Festival Rontek, Wisata Budaya Unggulan Pacitan

"Kairouan Mosque Stitched Panorama" by MAREK SZAREJKO - Wikipedia
“Festival Rontek di Pacitan berawal dari tradisi gugah sahur”. Foto: InfoPacitan.com

Rontek menjadi salah satu tradisi budaya yang melekat bagi masyarakat Pacitan. Bahkan, tiap tahun festival rontek rutin digelar sebagai agenda wisata budaya. Sebanyak 16 grup musik rontek unjuk kebolehan menyajikan pertunjukan rontek, pada Agustus 2016 lalu.

Dalam perlombaan yang diikuti oleh perwakilan grup musik rontek dari 11 kecamatan dan 5 kelurahan tersebut juga ditampilkan beberapa atraksi menggebuk bambu. Mereka beradu skill dan kemampuan bermain musik rontek untuk menjadi yang terbaik. Pun rela merogoh kocek cukup besar untuk tampil.

Camat Ngadirojo Gunawan mengaku mengeluarkan dana lebih dari Rp 10 juta untuk ikut dalam agenda budaya tahunan tersebut. Besarnya dana itu digunakan untuk beberapa kegiatan.

Mulai dari, latihan, sewa pelatih dari ISI Solo dan Jogjakarta, kostum hingga menyewa peralatan rontek serta menghias kendaraan. “Pengeluaran bukan hanya pas lomba saja, sejak persiapan juga butuh dana,” ujarnya.

Gunawan mengungkapkan, persiapan tim rontek yang mewakili wilayahnya dilakukan selama dua minggu. Meskipun membutuhkan persiapan cukup lama dan membutuhkan dana cukup besar, dia mengaku antusias dan mendukung penyelenggaraan festival musik rontek.

Sebuah tradisi yang identik dengan kegiatan gugah sahur tersebut. “Ini sekaligus sebagai upaya melestarikan salah satu budaya lokal yang dimiliki Pacitan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indartato mengungkapkan, selain nguri-nguri budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempromosikan Pacitan kepada masyarakat luas.

Dan menjadikan kesenian rontek sebagai budaya unggulan daerah. “Kegiatan tersebut juga sebagai wadah bagi para pemuda Pacitan menyalurkan kreativitas,” katanya.

Dalam perjalanannya, lomba ini sudah menginjak tahun kesembilan. Dari sepanjang pergelaran tersebut selalu menyedot animo masyarakat. Hanya saja, peserta tahun ini jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya.

Dalam perlombaan ini, ada beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi yang terbaik. Yakni, aransemen, kreativitas, kostum dan kekompakan.

Sekadar diketahui, dahulu rontek merupakan kombinasi instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron.

Dalam perkembangannya dikombinasikan juga dengan alat musik modern seperti saxophone, bass drum, dan pianika.

Tradisi ini mengutamakan kekompakan dan keserasian pemain alat musik, penari, dan pesinden. Selain menarik, tradisi ini juga sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar warga. (ist)

Add Comment