Tradisi Gebyar Labuhan di Telaga Sarangan

"Kairouan Mosque Stitched Panorama" by MAREK SZAREJKO - Wikipedia
“GONO BAHU adalah sesaji tumpeng raksasa yang dilarung di Telaga Sarangan Magetan. Foto: MagetanKab.go.id

GONO BAHU adalah sebuah sesaji dalam bentuk tumpeng dilarung ke dalam Telaga Pasir atau orang-orang lebih banyak mengenalnya dengan sebutan Telaga sarangan.

Acara yang digelar setiap tahun pada hari Jum’at pon bulan Sya’ban/Ruwah ini menarik antusiasme para wisatawan. Ini terbukti dengan ribuan wisatawan yang datang ingin menyaksikan prosesi adat Larung tumpeng tersebut dari pinggir Telaga Sarangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olah Raga (Disparbudpora) menggelar rangkaian kegiatan yang di kemas dengan nama ‘Gebyar Labuhan Sarangan’ pada bulan Mei 2016 lalu.

Upacara Larung ini juga bisa menarik wisatawan karena masih kental dengan adat dan budaya Jawa. Upacara Larung Sesaji ini sangat sakral dan dipercaya oleh warga Kelurahan Sarangan dan sekitarnya sebagai warisan budaya leluhur.

Semua pengikut dan undangan setiap pelaksanaan Larung Sesaji di Telaga Sarangan dilaksanakan berdasarkan adat Jawa dengan memakai pakaian khas orang Jawa atau Kejawen.

Sedangkan pelaksanaan Larung Sesaji di lengkapi dengan Tumpeng Agung setinggi 2 meter. Tumpeng Agung juga dihiasi dengan buah-buahan dan hasil bumi warga Desa Sarangan.

Prosesi larung diawali dengan diaraknya ‘Gono Bahu’ dari Kantor Desa Sarangan menuju Telaga Sarangan dan ditutup dengan acara larung tumpeng ‘Gono Bahu’ dan labuh sesaji di Telaga Sarangan.

Setelah diserahkan kepada bupati Magetan Dr Drs H Sumantri oleh sesepuh dari Kelurahan Sarangan, tumpeng setinggi 2 meter dilarung di tengah Telaga Sarangan oleh Bupati Magetan dan jajaran Forkopimda.

Gebyar Labuhan Sarangan ini diadakan sebagai tradisi dan wujud rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas berkah berupa Telaga Sarangan yang mampu memberi kehidupan warga di sekitarnya

Kepala Disparbudpora Drs Siran MM mengatakan tujuan diadakannya Gebyar Labuhan Sarangan adalah untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat setempat agar tidak tergerus arus globalisasi.

Disamping itu juga sebagai sarana promosi obyek wisata Telaga Sarangan agar lebih dikenal wisatawan regional, nasional, bahkan mancanegara. (ist)

Add Comment