Belanda Kembalikan 1.500 Artefak Indonesia

foto
PM Belanda saat menyerahkan keris kepada Presiden Jokowi. Foto: Biro Setpres Setkab.

Kedatangan Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte ke Indonesia beberapa waktu lalu tidak hanya untuk kunjungan kerja dan membahas kerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, PM Rutte juga menyampaikan rencananya untuk mengembalikan ribuan benda-benda bersejarah Indonesia yang selama ini tersimpan di Belanda.

PM Rutte menjelaskan, ada 1.500 artefak di The Nusantara Collection yang berada di Delft Museum. Semuanya akan dikembalikan ke Indonesia.

Artefak-artefak itu memang tersimpan di Museum Nusantara di Delft, Belanda. Namun kabarnya Museum itu akan segera ditutup.

Mengawali penyerahan benda bersejarah ini, secara simbolis, dia memberikan sebuah keris berusia ratusan tahun kepada Jokowi.

“1.500 Artefak akan dikembalikan ke Indonesia. Keris ini adalah simbol pertama,” kata PM Mark Rutte saat konferensi bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11) lalu.

Sebelum Indonesia merdeka, Belanda sudah berada di Tanah Air selama 350 tahun. Makanya banyak peninggalan budaya nusantara yang diambil dan dibawa ke Negeri Kincir, termasuk 1.500 benda bersejarah Indonesia yang dipajang pada museum di Delft, Belanda.

Pengembalian ribuan artefak ini seakan memulihkan luka lama bangsa Indonesia yang selama ratusan tahun pernah berada di bawah kekuasaan Belanda. Langkah ini diharapkan bisa lebih memperkokoh hubungan kerja sama Indonesia dan Belanda ke depannya.

Mendikbud Muhadjir Effendi secara terpisah mengapresasi niat pemerintah Belanda mengembalikan artefak. Benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

“Saya belum dapat info yang cukup, tapi itu suatu hal yang bagus, memang banyak artefak yang disimpan di sana,” kata Muhadjir.

Meski hal ini berkaitan dengan Ditjen Kebudayaan yang ada di bawah Kemdikbud, tetapi Muhadjir belum tahu bagaimana teknis nantinya. Dia akan melakukan kunjungan ke Belanda dahulu untuk pembahasan lebih lanjut.

“(Disimpan) di museum nantinya, museum yang sesuai dengan artefaknya. Misal di Perpustakaan Nasional kalau itu dalam bentuk buku-buku lama, kan banyak sekali dari Leiden segala itu,” kata Muhadjir.

Pada 1987 lalu, pemerintah Belanda pernah mengembalikan Patung Ken Dedes, yang ditemukan tahun 1818. Sososk Ken Dedes adalah tokoh penting bagi perjalanan bangsa ini. Tanpa dirinya, takkan lahir raja-raja besar yang memimpin kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Tapi masih banyak benda bersejarah lainnya yang tersimpan di museum Belanda. Selain patug, seperti patung Ganesha dan Anusupati, juga belasan prasasti penting dan bersejarah. Misalnya Prasati Sangsang dan Wujakana di Museum Tropen, Prasasti Guntur di Rotterdam, serta sekitar 6 buah lagi ada di Museum Leiden.

Selain ratusan keris dan senjata-senjata para raja, juga ada naskah kuno yang sangat penting bagi sejarah Indonesia. Sekitar dua tahun lalu, pemerintah kota Solo ingin Belanda mengembalikan beberapa peninggalan penting Keraton Kasunanan Surakarta. Salah satunya adalah naskah kuno yang isinya jejak-jejak para leluhur.

Naskah kuno dimaksud mendiami salah satu museum di Belanda. Tak hanya itu, ada satu barang penting Keraton Surakarta yang katanya juga dibawa Belanda. Benda ini adalah sebuah mobil kuno milik sang raja yang dikatakan sebagai mobil pertama yang ada di Indonesia. (sak)

Add Comment