Shafira Juara Lomba Desain Pakaian Majapahit

foto
Shafira saat presentasi karyanya dihadapan juri. Foto: Disporabudpar Kab Mojokerto.

SHAFIRA Vina Karmila menjadi pemenang Lomba Desain Pakaian Majapahit yang digelar Disporabudpar Kabupaten Mojokerto dan berhak atas hadiah sebesar Rp 40 juta. Mengangkat Candi Wringin Lawang, desain Shafira mengalahkan puluhan desainer muda lain.

“Inspirasi saya dari Candi Wringin Lawang di Trowulan dan saya padupadankan, di lengan saya kombinasikan dengan menambah ciri khas Majapahit. Saya tidak menyangka bisa menang karena memang tujuan saya ikut lomba, bukan cari kemenangan tapi menambah ilmu, pengetahun dan teman,” ungkapnya, Jum’at (15/12) seperti dikutip BeritaJatim.com.

Masih kata Shafira, tingkat kesulitan dari desain yang dia buat ialah membuat pakaian dari desain yang ia buat. Lulusan Unesa jurusan Tata Busana ini mengaku, kesulitan di bordir dan pecah mode karena singkatnya pengerjaan yang hanya sekitar 9-10 hari saja. Namun untuk konsep yang akan dituangkan dalam desain, pemilik handmade pakain pesta anak ini, tidak mengalami kesulitan.

Saat final beragam desain dan inspirasi ditampilkan, seperti karya Shinning Sunrise Of Majapahit oleh Afidatul Musfiroh yang mengambil inspirasi dari batu bata merah dan wuwung rumah majapahit.

Lain halnya dengan Edy Susanto, yang melabeli karyanya dengan Exotica Wilwatikta dengan mengandung motif suluran Majapahit yang terdapat pada Candi Penataran dan motif Candi Bajang Ratu.

Sementara karya Purwanti mengandung unsur Batik tulis berupa ragam hias Majapahit berpadu dengan aksesoris deformasi Surya Majapahit diterapkan pada hiasan kepala perempuan, penutup kepala laki-laki, kalung, kancing baju, dan bross.

Buah Maja yang menjadi awal nama Majapahit juga menjadi inspirasi peserta, adalah Siti Sofia yang terinspirasi dari buah kebesaran Majapahit tersebut.

Sementara Titis Fauziah menampilkan karya bertajuk Black Gold Of Majapahit. Pakaian yang dominan hitam cukup elegan dengan motif kuning emas ditambah kain sembong bermotif bata candi.

Karya yang menarik perhatian juri adalah Golden Age Of Majapahit karya Safira. Hiasan yang digunakan dalam busana pria dan wanita dewasa ini menggunakan tempel serta bordir emas dengan motif candi Wringin Lawang pada bagian lengan serta motif sulur yang diambil dari bahan batik Surya Majapahit.

Dewan Juri yang beranggotakan Emran Nawawi, Anam Anis, Deddi Endarto akhirnya memilih karya Safira sebagai pemenang dalam lomba desain pakaian Majapahit 2016,

Emran Nawawi sebagai ketua Dewan Juri menyampaikan kriteria penilaian lomba kali ini, yakni unsur unsur majapahit yang kental, penggunaan material yang kental dengan content lokal dan yang terakhir adalah teknik desain. Emran juga menambahkan bahwa para desainer seolah lupa siapa yang akan memakai desainnya.

Kondisi itu yang membuat mereka akhirnya memilih jalur fashionnya lebih kuat ketimbang jalur budayanya. “Para peserta banyak yang lupa siapa yang memakai pakaian ini,” katanya.

Sehingga, lanjut desainer ini, banyak peserta yang menonjolkan jalur fashion daripada budaya. Desain Shafira yang dipilih tiga juri (Emran Nawawi desainer, Anam Anis dan Dedy Endarto budayawan), karena juri mempunyai pertimbangan. Kekuatan karakter desain Shafira dinilai lebih menonjol daripada enam peserta terbaik dari puluhan peserta.

“Shafira banyak mengambil poin dan batik. Di desain Shafira lebih detail. Namun masih butuh penyempurnaan khususnya pakain laki-laki. Karena yang memakai adalah figur maka seharusnya lebih menonjolkan karakteristik dan kewibawaan. Untuk pemilihan bahan, masuk dalam kategori menengah ke atas sehingga sudah cukup bagus,” jelasnya. Menurutnya, tugas juri dalam lomba tersebut tidak berhenti di pemenang lomba saja namun juri juga harus menyempurnakan desain pemenang.

Dalam Lomba Desain Pakaian Mojopahit tersebut, sekira 30 lebih desainer dari berbagai kota turut serta. Namun juri memilih enam desain terbaik untuk dibuat pakaian dan mencari satu terbaik yang nantinya digunakan sebagai pakaian resmi Kabupaten Mojokerto.

Sementara Kepala Disporabudpar Kabupaten Mojokerto, Ustazi Roiz mengatakan, jika desain pakaian khas Mojopahit yang menjadi pemenang dalam lomba tersebut akan digunakan sebagai pakaian khas Pemkab Mojokerto. “Ini nantinya akan diusulkan untuk mendapatkan SK Bupati, disosialisasikan dan dipakai sebagai khas Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Rencananya, desain baju yang nantinya digunakan untuk kegiatan seremonial tersebut akan disempurnakan lagi dengan mendatangkan pakar. Karena, lanjut Roiz, selama ini belum ada pakaian khas Majapahif sehingga dengan lomba tersebut nantinya akan ada pakaian baku untuk Kabupaten Mojokerto dan pada 2017 mendatang sudah bisa gunakan. (ist)

Add Comment