Situs Sugihwaras Jombang Peninggalan Pra-Majapahit?

foto
Warga melihat tumpukan batu bata dalam kondisi rusak di lokasi galian C Desa Sugihwaras, Ngoro, Jombang. Foto: Okezone.com.

Struktur bangunan kuno yang ditemukan di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang akhir Desember 2016 lalu diduga merupakan peninggalan dari zaman pra-Majapahit.

Menurut Ketua Pelestari Sejarah-Budaya Kadhiri (Pasak), Novi BMW sejumlah temuan di Jombang teridentifikasi cukup kuno. Misal Istana Watugaluh Raja Sindok hingga Dharmawangsa yang diidentifikasi berada di wilayah Jombang.

“Kemudian masa Raja Airlangga prasastinya tersebar di Jombang bagian utara. Hingga Masa Majapahit kita temukan beberapa candi pada masanya. Ada kemungkinan situs Sugihwaras merupakan kontinuitas budaya antar masa kerajaan-kerajaan tersebut,” papar Novi seperti dikutip JatimTimes.com, Jumat (6/1).

Namun demikian, kata Novi, pihaknya tidak berani memastikan usia bangunan kuno itu. Temuan artefak itu perlu dianalisis terlebih dahulu oleh arkeolog.

“Untuk waktu, belum dapat diungkap karena secara artefaktual yang menyatakan tahun belum ada,” jelasnya.

Novi mengatakan, temuan struktur bangunan di Sugihwaras itu cukup unik. Terbukti dengan ditemukannya dasar pondasi dengan struktur selatan lebih rendah dari pada dasar pondasi sisi barat.

“Ada indikasi bahwa struktur dahulu dibangun pada topografi yg berbeda, berundak-undak,” ujarnya.

Soal tindak lanjut temuan itu, Novi mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang segera membentuk Tim Ahli Cagat Budaya sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Dibutuhkan kordinasi yang lebih serius antar stakeholder terkait dengan pelestarian dan pemanfaatan situs Sugihwaras. Baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan, budaya serta ekonomis yang berupa wisata budaya,” pungkas Novi.

Beberapa waktu lalu wargas menemukan puing bangunan kuno yang diduga situs bersejarah di Desa Sugihwaras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Setiap hari warga terus berdatangan untuk melihat dari dekat reruntuhan bangunan yang diduga peninggalan dari zaman Majapahit tersebut. Belum diketahui pasti bangunan apa ini apakah candi rumah bangsawan atau bangunan keraton.

Penemunya adalah para penambang galian C yang setiap hari bekerja mengeruk tanah untuk dijual di lokasi tersebut.

Akibatnya sebagian bangunan kondisinya hancur oleh aktivitas penambangan. Namun sebagian lainnya masih utuh dan berdiri kokoh di bawah tanah.

Warga meyakini bangunan ini peninggalan dari zaman Majapahit karena strukturnya terbuat dari batu bata merah yang ukurannya sangat besar sama dengan struktur bangunan candi-candi Majapahit pada umumnya.

Namun yang membuatnya berbeda adalah ukuran bangunan ini yang sangat besar dengan panjang dan lebar mencapai lebih dari 40 meter.

Selain batu bata merah berukuran besar dari lokasi ini warga juga mengaku menemukan berbagai benda kuno lainnya diantaranya adalah uang logam kuno guci kuno dan timbangan kuno.

Sayang benda-benda tersebut kini raib dibawa warga yang menemukannya. Agar bangunan kuno ini tidak semakin hancur Pemerintah Desa Sugihwaras langsung melarang warga melanjutkan penambangan di lokasi situs.

Feri Mulyatno Kepala Desa Sugihwaras mengaku juga sudah melaporkan adanya penemuan bangunan kuno ini ke Pemerintah Kabupaten Jombang serta BP3 Trowulan. (ist)

Add Comment