Irigasi Kuno Urangagung Airnya Berkhasiat?

foto
Situs yang ditemukan di Kelurahan Urangagung Kecamatan Sidoarjo, Sidoarjo banyak didatangi warga untuk mengambil airnya. Foto: Detikcom.

TIM dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan mendatangi lokasi situs yang ditemukan di Dusun Jaretan RT 18 RW 7 Kelurahan Urangagung Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pendalaman mulai bentuk batu bata, pengukuran batu bata dan melakukan pengukuran lebar, tinggi serta kedalaman genangan air di sana.

“Setelah kami mengetahui secara langsung, sekilas kalau dilihat ada semacam temuan yang serupa di Kediri. Hasil dari interpretasi awal, (situs) adalah bagian dari terowongan atau irigasi. Tapi, ketika kami lihat dibandingkan dengan temuan yang ada di Trowulan, sedikit berbeda,” kata staf perlindungan BPCB Jawa Timur, Pahadi kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Penyidikan lebih lanjut situs tersebut, sambung Pahadi, harus dilakukan karena temuan itu cukup signifikan. “Artinya, bentuk masih utuh walaupun apakah nanti akan memanjang ke utara atau ke selatan. Kalau dari sisi batanya, kita lihat cukup signifikan menggunakan batu lama. Jadi perlu dilakukan kajian lebih dalam, apakah (situs) ini peninggalan dari kerajaan Majapahit atau lebih tua dari itu,” imbuhnya seperti dikutip BangsaOnline.

Kalau ada masyarakat yang memanfaatkan air untuk di komsumsi, sambung Pahadi, pihaknya tidak bisa membatasinya. “Kalau masyarakat bisa nyaman dengan (konsumsi air) itu, silahkan. Karena kajian kami tidak ada kaitan dengan mistik. Kami mengedepankan kajian latar belakang sejarah,” paparnya.

Ditambahkan, hal tersebut menjadi titik awal bagi pihaknya dalam menentukan kebijakan tentang pelestariannya terutama untuk pengembanganya, pengelolaannya dengan baik antara masyarakat dengan pemerintah. “Karena tak mungkin pemerintah berjalan sendiri harus ada dukungan dari masyarakat terdekat,” imbuhnya.

Pahadi mengaku pihaknya akan melakukan pendalaman lebih detail temuan yang ada di Sidoarjo ini. “Apakah ini di masa kerajaan Majapahit atau lebih tua dari kerajaan Majapahit atau kerajaan Kediri. Ini kemungkinan adalah sistem irigasi, bukan kanal pengendali banjir berskala besar,” jelasnya.

Warga Ambil Airnya
Sebelumnya warga menemukan situs yang menyerupai candi di dusun Jenretan Kelurahan Urangagung Kecamatan Sidoarjo. Saat itu, warga setempat akan membuat sumur untuk menyirami tanaman kedelai di tengah sawah.

Sampai saat ini, masyarakat berbondong-bondong mendatangi tempat penemuan situs tersebut. Kedatangannya tak sekedar melihat bentuk bangunan yang berupa pondasi candi, tetapi mengambil air yang menggenangi tumpukan batu bata tersebut.

Bahkan, mereka meyakini air yang menggenangi bangunan candi itu memiliki khasiat yakni menyembuhkan segala penyakit. “Sehari setelah ditemukan situs ini, banyak masyarakat dari sekitar maupun dari luar desa berdatangan ke sini. Mereka membawa botol untuk mengambil air yang ada di sini,” kata Lukman (43) warga setempat.

Nurul (42) warga Desa Suko Kecamatan Sidoarjo menuturkan kedatangannya ke lokasi tersebut karena air yang menggenang bisa menyembuhkan penyakit dan awet muda.

“Saya mengambil air untuk dibawa pulang. Rencananya, saya minum karena saya punya penyakit mudah kesemutan di bagian kaki,” jelasnya.

Air di tempat penemuan tersebut menggenang di sela-sela dua bangunan tumpukan batu bata candi yang bercampur tanah. Airnya berwarna keruh keputihan, namun saat dicicipi, terasa segar tidak tercium bau tanah. Di lokasi sendiri saat ini sudah diberi pagar dari tali rafia dan dijaga 2 orang untuk pengambilan air bagi warga yang datang meminta air.

Kapolsek Kota Sidoarjo Kompol Naufil Hartono kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengimbau warga untuk tidak percaya tahayul air candi. “Air tersebut memang memiliki rasa mirip air kelapa, segar,” ujarnya. Seharusnya, lanjut Naufil, ada penelitian dari pihak terkait untuk mengetahui kandungan yang ada.

“Kami sudah ambil sampel air dan akan kami serahkan ke Dinas Kesehatan. Sementara itu, kami harap warga tidak termakan tahayul. Bangunan ini harus dijaga dan dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna,” pungkasnya. (ist)

Add Comment