Jatim Dilaunching jadi Provinsi Festival

foto
Launching Gelar Seni Budaya Jawa Timur 2017 di Surabaya. Foto: LensaIndonesia.

PROVINSI Jatim kini dilaunching sebagai provinsi festival seni dan budaya. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, pada tahun 2017 ini akan digelar secara periodik 40 event dan kegiatan festival seni dan budaya.

Kepala Disbudpar Jatim Jarianto mengatakan acara yang dihelatnya merupakan satu langkah pembangunan kebudayaan di Indonesia.

Karena itu Disbudpar akan menggandeng para seniman dari berbagai wilayah untuk menyukseskan misinya. “Dengan demikian, akan terbentuk ketahanan budaya,” katanya, Sabtu (21/1).

Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya acara ini maka seniman diberi wadah untuk berkolaborasi. Bukan hanya seniman dari Jawa Timur, seniman dari Surakarta dan Jakarta juga akan digandeng.

Tak hanya itu, untuk memupuk kecintaan seni kepada anak-anak, Disbudpar juga mempunyai solusinya. “Kami akan menyelenggarakan acara duta seni pelajar se-Jawa, Bali, dan Lampung, serta pekan seni pelajar se-Jawa Timur,” ujarnya.

Sedangkan upaya lainnya, yakni Disbudpar Jatim juga berencana mengadakan festival wayang yang akan melibatkan banyak anak-anak muda, seperti festival dalang muda antar kabupaten/kota se-Jawa Timur. “Kami juga akan menggelar festival sinden remaja se-Jawa Timu,” tegas Jarianto.

Pada acara launching Gelar Seni Budaya 2017 ada 5 penampil kesenian budaya dari Banyuwangi, Trenggalek, Ponorogo, Bojonegoro dan Surabaya. “Kenapa kami memilih 5 kesenian ini, karena merata kami ambilnya baik dari sisi Utara, Selatan, Timur dan Barat,” ujarnya.

Untuk kabupaten Banyuwangi menampilkan tari Sidem Waito Puyengan, Trenggalek dengan tarian Turonggo Yakso, Reog Ponorogo, tari Api Kahyangan dari Bojonegoro serta Surabaya menampilkan Jirolu Jazz dari STKW Wilwatikta.

Jarianto berharap kreativitas dan produktivitas seniman terus terjaga. Dengan begitu iklim berkesenian di Jawa Timur ikut tumbuh. Dampak lain yang diharapkan adalah peningkatan ekonomi kreatif berbasis seni, budaya dan pariwisata.

Heri Lentho yang menjadi koreografer dalam kegiatan ini mengaku jika festival seni dan budaya Jatim 2017 karena akan digelar merata.

“Setiap minggunya, akan ada kegiatan seni dan budaya di Jatim secara merata. Bahkan, terbaru yaitu kami hadirkan gelar pesona budaya dan pariwisata Bawean,” kata Heri Lentho.

Untuk penampilan perdana, tarian Api Kahyangan menceritakan tentang kekuatan tempat tersebut yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

Di tempat Api Kahyangan tersebut yang kini menjadi tempat wisatawan digambarkan dalam tarian sebagai tempat ritus (upacara red) untuk membuat tayub semakin muda dan cantik. “Selain itu, di Api Kahyangan tempat empu juga membuat keris pada jaman dahulu,” tukasnya. (ist)

Add Comment