Promosikan Candi Lewat Goresan Sketsa

foto
Para seniman membuat sketsa Candi Tawang Alun dari posisi yang paling cocok di hatinya masing-masing. Foto: JawaPos.com.

PULUHAN pelukis sketsa berkumpul di Candi Tawang Alun. Candi di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo itu menjadi objek utama para perupa.

Mereka berasal dari sejumlah komunitas di Jawa Timur. Ada komunitas Perupa Delta (Komperta), Sketsapora, serta Komunitas Pelukis (Kopi) Gresik dan Kopi Jombang.

Sejumlah seniman muda dari STKW Surabaya, SMK Penerbangan, dan SMK Senopati juga berpartisipasi.

Tampak pula perwakilan Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Hidayat dan juru kunci Candi Tawang Alun yang juga pelaku seni di Sidoarjo Saiful Munir.

Karya yang mereka hasilkan bakal dipamerkan bersama sketsa di titik lain. Misalnya, Candi Pari, Candi Dermo, dan lokasi tanggul lumpur.

”Sketsa itu kuncinya adalah realis, asli, nyata, ada,” kata Juniarto, Ketua Komperta, seperti dikutip JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, sebuah karya sketsa diharapkan tidak hanya merekam visual fisik objek, namun juga segi spiritualnya.

”Sekaligus buat memperkenalkan keberadaan candi dan kampanye (promosi kepada masyarakat, Red) supaya mau berkunjung,” lanjut pria 45 tahun itu.

Meski sama-sama memotret bangunan candi, sudut pandang yang digunakan para seniman cukup beragam. Sebagian besar perupa dari Kopi Gresik dan Jombang, misalnya, menerapkan gaya realis.

Sementara itu, Juniarto, Taufik, dan Munir lebih memilih gaya ekspresionis. Sebagian yang lain menambahkan unsur imajinasi ke dalam karya sketsanya.

Alhasil, ada sketsa yang menggambarkan bangunan candi secara utuh. (ist/JPG)

Add Comment