Sumenep Verifikasi Cagar Budaya

foto
Kereta kuno peninggalan masa lampau kerajaan di Sumenep. Foto: NewsMadura.

Melalui SK Bupati Sumenep yang dikeluarkan pada Juli 2016 lalu, sejumlah Tim Ahli Cagar Budaya kini tengah melakukan penelitian di kawasan Keraton Sumenep yang dinyatakan sebagai cagar budaya.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep Sufiyanto SE MSi mengatakan, sudah ada 200 objek yang telah diverifikasi dan dinyatakan sebagai cagar budaya di Kabupaten Sumenep.

“Namun surat rekomendasi terkait masalah itu masih belum dikirim ke Bupati,” tuturnya seperti dikutip NewsMadura, beberapa waktu lalu.

“200 objek tersebut yang ditetapkan sebagai cagar budaya di kota wisata ini sudah diserahkan kepada Tim Ahli beberapa bulan lalu. Diantara objek yang telah diverifikasi adalah benda, bangunan, situs, dan kawasan setempat,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa objek yang telah diserahkan kepada Tim Ahli itu ada 58 objek yang sudah ditelaah. Satu diantaranya sudah selesai. Oleh karena itu, masih ada 57 lagi yang sedang dalam proses kajian.

“Adapun tugas dan fungsi adanya Tim ahli itu diantaranya untuk menelaah apakah sejumlah objek yang diduga sebagai cagar budaya benar-benar pantas dikatakan cagar budaya atau bukan. Kemudian hasilnya akan diajukan kepada Bupati untuk memberi keputusan akhir,” ujar Sufiyanto.

Tim Ahli Cagar Budaya yang menerima SK Bupati Sumenep adalah R Tajul Arifin, Mohammad Saleh, Khairil Anwar, RB Muhtar, Kholiq Yulianto, Renita Salanti dan Roeska Panji Adinda.

Tim ahli tersebut yang nantinya melakukan verifikasi dan kajian apakah benda, tempat, atau situs yang didaftarkan patut dijadikan cagar budaya atau tidak.

Kawasan Keraton yang merupakan peninggalan sejarah dan cagar budaya di Kabupaten Sumenep, menjadi perhatian utama tim. “Untuk sementara, yang selesai dibahas dan dinyatakan sebagai cagar budaya oleh tim ahli hanya kawasan keraton,” kata Sufiyanto.

Meski sudah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui kajian internal tim ahli, lanjut Sufi, pihaknya sampai saat ini masih belum menerima surat rekomendasi secara tertulis sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk penetapan. “Surat rekomendasinya masih belum kami terima atau belum turun ke bapak Bupati,” ujarnya.

Sufiyanyo mengatakan di Sumenep banyak terdapat bangunan atau situs yang pantas dijadikan sebagai cagar budaya. Sebab, Kabupaten yang sudah berusia 747 tahun itu memiliki banyak bangunan atau situs peninggalan sejarah.

Peninggalan itu baik bangunan peninggalan Belanda seperti kota tua di Kecamatan Kalianget atau peninggalan masa kerajaan dulu. “Kami memang akan menjadikan bangunan peninggalan Belanda ini, akan dijadikan sebagai wisata kota tua,” ucapnya. (sak)

Add Comment