Menyelamatkan dan Mengemas Budaya ala Kitab

foto
Cindera mata terkait budaya Indonesia bisa disajikan dengan apik oleh Kitab. Foto: Surabaya.tribunnews.com.

SEKILAS terdengar unik mendengar nama Kitab, produk yang lahir dari tangan kreatif alumnus Universitas Ciputra, Lutfi Ariefiandi. Kitab, produk cindera mata berbahan dasar kayu jati.

Berbentuk kemasan berdesain elegan, berisikan benda yang berhubungan langsung dengan budaya Indonesia, seperti batik, wayang, dan topeng.

Uniknya, pengemasannya layaknya buku dan ketika pembeli membukanya di sisi kanan-kirinya dinding kemasan menyertakan kisah atau cerita dan petunjuk tentang produk yang terdapat di dalam kemasan.

Lutfi seperti dikutip Tribunnews menuturkan, redaksi (penjelasan) yang dimuat di dalam kemasan Kitab berisi tentang beberapa hal yang berhubungan langsung dengan sejarah maupun filosofi dari produk yang dimuat. Hal tersebut merupakan instrumen edukasi budaya yang melekat pada produk Kitab.

“Kami tidak sembarangan dalam menuliskan redaksi, bahkan untuk penulisan sejarah wayang Arjuna saja kami menggunakan translator bahasa Inggris berbayar karena memang konsepnya ada redaksi bahasa Inggris dan bahasa Jawa standarnya,” terang Lutfi saat ditemui di Kantor Kitab, Jalan Ngagel Jaya Selatan I/26 Surabaya.

Lutfi menambahkan alasan diberi nama Kitab sendiri karena secara harfiah “kitab” merupakan sesuatu yang memuat tentang informasi ataupun pengetahuan. “Ya dan juga saat kita menyebutkan kitab secara terbalik akan menjadi batik, salah satu warisan budaya indonesia,” tambahnya.

Dalam proses produksi Kitab dibantu tenaga ahli, yakni perajin wayang tiga hingga lima orang dan perajin rakit sebanyak lima hingga tujuh orang. Dengan jumlah perajin tersebut, mereka mampu membuat Kitab sebanyak 50 hingga 100 buah.

Sekarang Kitab tidak hanya berisi wayang, namun juga ada batik, dan topeng. Untuk satu unit Kitab dibanderol harga fantastis Rp 670.000.

Menawarkan konsep unik dan cemerlang, tidak heran bila konsumen penikmat Kitab adalah kalangan menengah atas dan sebagian besar adalah bule. Lutfi menambahkan, produk Kitab biasa dijadikan suvenir untuk tamu-tamu penting di kedutaan besar. (ist)

Add Comment