Ghunong Panceng Simpan Potensi Cagar Budaya

foto
Suyanto dan Hanafi menunjukkan pecahan artefak kuno yang ditemukan. Foto: Suarajatimpost.com.

GHUNONG Panceng adalah sebuah bukit di Desa Bantal Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Di kawasan ini, sejak bertahun tahun lamanya, masyarakat sekitar kerap menemukan sejumlah artefak kuno.

Di tempat yang menurut warga cukup angker itu, warga sering menemukan fragmen keramik, gerabah, batu pipisan dan sejumlah manik manik.

Menurut Suyanto (60) warga asli Mojokerto yang telah lebih 10 tahun domisili di Bantal, sering menemukan artefak kuno.

“Kadang saya juga menemukan tulang. Pernah juga mahkota dari kuningan, hanya dibawa adik saya dulunya. Yang banyak pecahan gerabah,” ungkap pria yang kesehariannya membuat bata merah kepada Suarajatimpost.com.

Suyanto mengisahkan jika situasi di Ghunong Panceng sepi, cenderung jauh dari permukiman.

“Tapi tanah di sini cocok untuk bikin bata merah. Jadi, benda-benda itu kita temukan secara tak sengaja saat kita menggali tanah saat bikin adonan bahan bata merah,” ujar Suyanto.

Di sisi lain, selama Suyanto bekerja di kawasan bukit dan lembah tersebut, tak jarang ia melihat penampakan harimau. “Ya, harimau jadi-jadian, bukan harimau asli, biasanya muncul malam hari kalau saya bakar bata merah,” katanya.

Tapi ia mengaku tidak takut. Ia mengaku sudah terbiasa dengan hal mistis seperti itu. Sementara itu, Hanafi Raf dari Relawan Budaya Balumbung menyatakan jika lokasi itu memang cukup wingit.

“Ada lingga patok tak jauh ke arah barat sebelah Ghunong Panceng. Kami menganalisa bahwa di sini bukan sekedar tempat yang wingit,tapi bekas sebuah permukiman kuno,” ujar Hanafi.

Ia membenarkan tentang temuan-temuan artefak itu sejak lama. “Kita masih penasaran dengan benda benda lainnya. Dulu pernah dilaporkan ada temuan struktur tapi sudah rusak. Dan gua kecil di atas bukit juga masih menyimpan misteri, karena fragmen fragmen keramik dan gerabah juga bertebaran di titik gua itu,” terangnya.

Yang pasti, kata dia, sebagai masyarakat setempat, dirinya merasa berkewajiban menyelamatkan benda benda cagar budaya itu untuk disimpan dan dilestarikan. (ist)

Add Comment