Banyak Benda Sejarah Nusantara Masih di Belanda

foto
Patung Ken Dedes tahun 1978 dikembalikan Belanda ke Indonesia. Foto: UGM.ac.id.

Selama menjajah bangsa Indonesia, Belanda ternyata tidak hanya gemar eksploitasi manusia dan kekayaan alam negeri ini. Para serdadu negeri kincir angin itu juga mencuri benda-benda bersejarah warisan nenek moyang nusantara.

Banyak sekali benda-benda bersejarah yang diangkut ke Belanda di masa penjajahan dahulu. Pemerintah RI sebenarnya telah berulangkali meminta agar benda-benda bersejarah itu dikembalikan.

Namun, apesnya tidak semua berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Berikut sejumlah benda bersejarah milik bangsa Indonesia yang tersimpan rapi di museum-museum negeri Belanda sebagaimana dikutip dari Boombastis.com.

Patung Ken Dedes
Ken Dedes adalah putri Empu Purwa, seorang pendeta Buddha Mahayana. Ia pernah diculik dan diperistri Bupati Tumapel, Tunggul Ametung. Namun, dalam perkembangannya, Tunggul Ametung tewas di tangan pemuda desa bernama Ken Arok dengan sebilah keris karya Empu Gandring.

Suatu ketika, seorang pegawai pemerintah kolonial Hindia Belanda, D Monnerean menemukan patung Ken Dedes di antara reruntuhan Candi Singosari pada tahun 1819 silam. Namun, ihwal posisi tempat ditemukannya patung tersebut hingga kini masih misterius.

Pada tahun 1820 Monnereau memberikan arca ini kepada C.G.C.Reinwardt,yang kemudian memboyongnya ke Belanda dan akhirnya arca ini menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) di kota Leiden. Patung tersebut menjadi koleksi kebanggaan museum di Leiden itu.

Upaya untuk memulangkan benda ini sudah berkali-kali dicoba pemerintah Indonesia. Patung tersebut akhirnya dikembalikan Belanda ke Indonesia pada tahun 1978. Kini arca yang luar biasa halus dan indah ini ditempatkan di lantai 2 Gedung Arca,Museum Nasional,Jakarta.

Patung Ganesha dan Anusapati
Selain patung Ken Dedes yang akhirnya dikembalikan itu, ternyata Belanda juga menyimpan beberapa artefak lain yang tak kalah pentingnya bagi Indonesia. Benda penting tersebut adalah Patung Ganesha dan juga Anusapati.

Kedua benda ini diambil di tempat yang berbeda. Patung Ganesha diambil di dekat Candi Singasari, sedangkan patung Anusapati di Candi Kidal. Meskipun berbeda lokasi, keduanya masih berada di Malang.

Patung Anusapati dan Ganesha tersimpan rapi di sebuah museum yang ada di Kota Leiden, Belanda. Dua obyek bersejarah yang gagal dipulangkan pemerintah RI tersebut menjadi salah satu primadona di museum itu.

Belasan Prasasti Penting
Keberadaan Prasasti adalah hal yang penting. Dari sanalah kita bisa menelusuri jejak-jejak sejarah dengan lebih detail dan jelas. Banyak potongan kisah sejarah yang memang terkuak lebar hanya dari prasasti yang diterjemahkan. Sebenarnya, di Indonesia ini tersebar sangat banyak prasasti. Jumlahnya lebih dari yang kita ketahui di pelajaran sejarah dulu.

Ya, banyak prasasti penting ternyata diangkuti oleh Belanda ke negerinya. Tercatat, saat ini adalah beberapa buah yang duduk manis menjadi pajangan-pajangan museum di sana. Misalnya Prasati Sangsang dan Wujakana yang ada di Museum Tropen, Prasasti Guntur yang ada di Rotterdam, serta sekitar 6 buah lagi ada di Museum Leiden. Semua prasasti ini penting bagi kita. Sayangnya, pemerintah Belanda terkesan ogah mengembalikan benda-benda bersejarah ini.

Keris dan Senjata Para Raja
Hanya dari tongkatnya saja kita bisa langsung kagum akan kehebatan Bung Karno, bahkan tak hanya itu memandangi pecinya saja kita akan terbayang sosok kharismatik pembangun negeri. Memang begitulah, hanya lewat benda-benda peninggalan tokoh besar kita bisa langsung membayangkan wujudnya yang hebat. Hal yang sama mungkin juga akan terjadi ketika kita memandang deretan pusaka sangar ini.

Senjata-senjata di atas adalah milik orang-orang besar zaman dulu. Sebutlah Keris Singo Barong yang diduga adalah milik pembesar kerajaan Mataram. Sayangnya, lagi-lagi ini adalah koleksi salah satu museum yang ada di Belanda. Kita yang harusnya jadi pemilik malah hanya bisa melihatnya dari foto-foto semacam ini.

Naskah Kuno Keraton
Sekitar dua tahun yang lalu, pemerintah kota Solo mengatakan Belanda ingin mengembalikan beberapa peninggalan penting Keraton Kasunanan Surakarta. Salah satunya adalah sebuah naskah kuno penting yang isinya adalah jejak-jejak para leluhur.

Masih belum jelas bagaimana upaya pengembalian tersebut. Namun yang pasti, naskah kuno yang dimaksud memang mendiami salah satu museum yang ada di Belanda. Tak hanya itu, ada satu barang penting Keraton Surakarta yang katanya juga dibawa oleh Belanda. Benda ini adalah sebuah mobil kuno milik sang raja yang dikatakan sebagai mobil pertama yang ada di Indonesia.

Sebenarnya, tak hanya di Belanda saja, ada banyak pernak-pernik bersejarah Indonesia yang tersebar di beberapa negara Eropa, seperti Jerman. Bahkan tak hanya di sana, Amerika pun ternyata juga menyimpan beberapa benda penting milik Indonesia.

Pada November 2016 lalu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte berkunjung ke Indonesia. Selain kunjungan kerja dan membahas kerja sama dengan Indonesia, juga menyampaikan rencananuntuk mengembalikan ribuan benda-benda bersejarah Indonesia yang selama ini tersimpan di Belanda.

PM Rutte menjelaskan, ada 1.500 artefak di The Nusantara Collection yang berada di Delft Museum. Semuanya akan dikembalikan ke Indonesia. Pengembalian ribuan artefak ini diharapkan bisa lebih memperkokoh hubungan kerja sama Indonesia dan Belanda ke depannya. Mudah-mudahan segera bisa direalisasikan. (sak)

Add Comment