Bondowoso Surga Megalitikum di Jawa

foto
Peradaban Megalitikum sebelum peradaban kekinian di Kabupaten Bondowoso. Foto: Memotimur.co.id.

Tak banyak literatur sejarah dalam dunia antropologi yang mencatat tentang kehidupan zaman prasejarah di Bondowoso. Padahal Kabupaten Bondowoso memiliki ribuan situs arkeologi. Situs-situs arkelogi yang lokasinya menyebar itu berupa batu besar peninggalan zaman megalitikum. Ini menjadi daya tarik pariwisata di Kota Tape.

Untuk tujuan wisata sejarah dan purbakala di Bondowoso sangat bagus karena dari dulu sudah terkenal dengan budaya megalitiknya. Kalau situs-situs yang paling khas adalah Batu Kenong di Kecamatan Grujugan.

Selain Batu Kenong, situs-situs megalitikum di Bondowoso cukup beraneka ragam. Benda-benda peninggalan zaman batu besar tersebut seperti sarkofagus, kubur bilik, menhir, dolmen, dan batu dakon.

Tidak salah jika anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari mengagumi potensi wisata pra-sejarah di Bondowoso tersebut. Bahkan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu meminta agar Pemkab Bondowoso segara mengusulan agar situs-situs tersebut dimasukkan dalam kawasan cagar budaya.

Jumlah situs-situs megalitikum di Kabupaten Bondowoso pun berjumlah ribuan. Data terakhir ada 1.123 buah. Beberapa situs ada yang terkumpul pada satu tempat. Ada juga yang terpisah jauh. Wisatawan yang mengunjungi situs-situs megalitikum tersebut beragam. Mulai anak sekolah hingga peneliti.

Sayangnya banyak tangan tak bertanggung jawab yang melakukan aksi vandalis sehingga kondisi di beberapa situs cukup memprihatinkan. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat benda penting ini untuk anak cucu nantinya. Beberapa lokasi benda pra-sejarah yang ada di Bondowoso:

Situs Pekauman
Situs Pekauman berada di Desa Grujugan Kecamatan Grujugan. Banyak temuan-temuan barang peninggalan pra-sejarah yang masih terjaga utuh, seperti kubur batu, pondasi rumah batu, batu kenong, sarkofagus dan yang paling terkenal adalah menhir yang biasa masyarakat menyebutnya dengan Beto Nyai.

Situs Beto Labeng
Situs ini berada di Desa Wringin Kecamatan Wringin di jalur Arak-Arak. Sebuah jalur pegunungan yang menghubungkan Kota Bondowoso dan Besuki. Peninggalan kebudayaan megalitikum yang sampai sekarang masih menjulang kokoh di Desa Wringin. Disebut batu labeng (batu pintu) sebab sepintas mirip pintu berukuran raksasa. Untuk mengunjunginya, tururn di jalur Arak-Arak di Desa Wringin, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 500 meter dari pinggir jalan raya.

Situs Goa Arak-Arak
Lokasinya dekat Situs Beto labeng. Sama-sama berada di wilayah Desa Wringin. Goa Arak-arak ini menurut penuturan warga dahulunya adalah tempat persembunyan para prajurit. Goa ini tak begitu dalam, hanya cekungan terbentuk oleh alam sehingga menyerupai mulut goa.

Situs Goa Buto
Situs ini berada di Dusun Ampel, Desa Bajuran, Kecamatan Cermee. Goa Buto hampir mirip dengan makhluk mitologi yaitu Bhutokala. Masih ada relief yang tersisa, sayang situs ini terancam rusak oleh penjarahan kolektor benda purbakala.

Situs Batu So’on
Terletak di Desa Solor, Kecamatan Cermee. Mirip situs Stonehenge di Inggris. Kadang juga disebut Batu Solor.
Banyak peninggalan bersejarah seperti menhir dan pahatan di dinding-dinding batunya. Ada satu yang unik disana yaitu batu jabrik atau batu so’onan ( batu yang bersusun), ada juga batu lingga.

Situs Goa Si Gember

Terletak di Dusun Sumber Canting, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin. Sama dengan Situs Goa Buto di Cermee, Situs Goa Buto Sumber Canting atau biasa masyarakat menyebutnya dengan Goa Si Gember (diambil dari kata gambar) karena di goa ini banyak terdapat relief yang terpahat di tebing cadas dan juga di bongkahan batu. (sak)

One thought on “Bondowoso Surga Megalitikum di Jawa

  1. Pingback: Situs Beto Labeng Bondowoso

Add Comment