Pemerintah Bakal Sertifikasi Pekerja Seni

foto
Gagasan membentuk lembaga sertifikasi profesi seni disampaikan Menristekdikti M Nasir. Foto: Jawapos.

Dunia seni memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian. Pemerintah sedang menggagas pembentukan sebuah lembaga yang bertugas melakukan sertifikasi profesi seni. Selain sebagai acuan keterampilan, lembaga tersebut menjadi patokan standar bayaran.

Gagasan membentuk lembaga sertifikasi profesi seni itu disampaikan Menristekdikti M Nasir seusai kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

”Sebagai lulusan yang memiliki keterampilan, saat lulus tidak sekadar mendapatkan lembar ijazah, tetapi juga sertifikat profesi,” katanya seperti dikutip Jawapos.com.

Nasir berharap setiap lulusan ISI memiliki keahlian tertentu yang menonjol. Dia mencontohkan, di ISI Surakarta yang menonjol adalah bidang karawitan dan perdalangan.

Dengan demikian, kampus ISI tertentu nanti bisa sekaligus menjadi lembaga sertifikasi profesi seni tertentu. Nasir menuturkan, sudah waktunya pekerja seni disertifikasi layaknya pekerja sektor pariwisata.

Dengan bekal sertifikasi, pelaku seni bisa memiliki daya tawar kepada user atau pengguna. Menurut Nasir, target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan asing merupakan potensi besar bagi pelaku seni.

Asalkan pelaku seni benar-benar menjiwai dalam berkesenian. ”Seperti di Bali, sehari-hari masyarakatnya sudah lekat dengan kesenian,” ucapnya.

Rencana membuka lembaga sertifikasi profesi seni itu disambut baik Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani. Dengan sertifikasi tersebut, terang dia, bisa diklasifikasikan seniman yang mahir sampai maestro.

”Berpengaruh juga pada income atau bayaran yang diterima. Tentu beda antara seniman pemula dan yang sangat mahir,” jelasnya.

Seni memang abstrak. Namun, dengan indikator-indikator, sertifikasi pekerja seni juga bisa dilakukan. Caranya ialah membuat indikator-indikator kompetensi. Tentu yang menyusun adalah komunitas kesenian masing-masing.

”Sekarang yang segera terbentuk itu organisasi profesi seni fotografi,” katanya. Een berharap profesi kesenian lain seperti tari dan lukis segera menyusul. (ist/JPG)

Add Comment