Wayang Diharapkan Dapat Tampil Kekinian

foto
Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri bersama Pengurus Teater Wayang Indonesia (TWI). Foto: Bekraf.go.id.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mengharapkan, agar para pelaku seni dan penggiat budaya, dapat memanfaatkan momentum dan mengembangkan kreasinya ke arah yang lebih dinamis dan kreatif. Karya yang diusung mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan masyarakat abad ini.

“Kebudayaan bukanlah sesuatu yang stagnan. Nilai-nilai yang disampaikan adalah nilai-nilai yang juga mudah dipahami dalam konteks kekinian,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Bekraf, Poppy Savitri, dalam pertemuannya dengan Pengurus Teater Wayang Indonesia (TWI), di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan No13 Jakarta.

Menurut Poppy Savitri, kesenian dalam konteks kebudayaan, memiliki ciri adaptif, integratif, dan dinamis. Oleh karena itu, ia mendorong, seni pertunjukan wayang, juga seharusnya dapat dikemas lebih kekinian tanpa mengurangi nilai-nilai kearifan dan filosofi yang ingin disampaikan.

“Bekraf sebagai pelaksana pembinaan dan pemberi dukungan, punya tanggung jawab bagaimana potensi seni budaya ini dapat dikemas lebih atraktif dan kreatif. Sehingga lebih menarik, khususnya di kalangan anak muda,” ujar Poppy.

Hadir juga dalam pertemuan antara Pengurus TWI, dengan Deputi I Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf tersebut, Direktur TWI Suryandoro dan Kepala Bidang Humas TWI Eddie Karsito.

Pada kesempatan tersebut Poppy Savitri menerima pemberian buku berjudul ‘Cakrawala Wayang Indonesia’ yang diterbitkan Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), dan poster pementasan Drayang (Drama Wayang) ‘Sukesi Saskara Alengka’ dari Pengurus TWI.

“Melalui pertemuan ini kami mengharapkan ada pembinaan, dukungan teknis dan supervisi, atas pelaksanaan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Teater Wayang Indonesia (TWI),” terang Suryandoro.

TWI dalam program kerjanya akan menggelar tujuh kali pertunjukan selama tahun 2017. Beberapa pertujukan yang telah diagendakan antara lain, persembahan ‘Wayang Topeng Malangan’ dari Malang Jawa Timur, dan Wayang Orang (WO) ‘Sriwedari’ dari Solo Jawa Tengah.

Sebagai pergelaran perdana, TWI mementaskan Drayang (Drama Wayang) Swargaloka, bertajuk “Sukesi Saskara Alengka” yang akan digelar di Teater Kautaman Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/3) mendatang.

Selain pergelaran bersifat massal, TWI juga menggelar pertunjukan apresiatif dan edukatif, yang mendatangkan dan melibatkan penonton wayang pemula (muda). TWI akan melibatkan para pelajar, mahasiswa dan generasi muda pecinta wayang, di setiap pertunjukan yang mereka gelar.

“Selama proses produksi, dari sejak proses development naskah, latihan, hingga pementasan, mereka kami libatkan. Sehingga akan terjadi proses edukasi; workshop, yang kami harapkan semakin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kesenian wayang,” ujar Suryandoro. (sak)

Add Comment