Tersapu Banjir, Situs Kuno Tersingkap

foto
Sebuah situs kuno ditemukan warga Dusun Begagan, Gondang, Kabupaten Mojokerto. Foto: Koransindo.com.

Sebuah situs kuno ditemukan warga Dusun Begagan, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Belum diketahui secara pasti asal-usul struktur kuno yang terbuat dari bebatuan itu yang ditemukan di lereng Gunung Anjasmoro beberapa waktu lalu itu.

Situs ini ditemukan setelah terjadi banjir bandang. Secara tak sengaja warga menjumpai tumpukan lempengan batu yang tersusun dan tertata rapi berukuran sangat besar pada salah satu tebing aliran sungai. Struktur unik yang berjarak sekitar 500 meter tersebut terbongkar setelah ada bagian tebing yang tergerus banjir.

Dari pantauan Koran Sindo Jatim, situs berupa tumpukan lempengan batu tersebut berada di beberapa sisi tebing sungai. Bahkan beberapa titik di antaranya berada di tengah- tengah sungai dengan aliran. Lempengan batu dengan berbagai ukuran itu tersusun rapi. Namun beberapa di antaranya mengalami kerusakan akibat longsoran.

Lempengan batu itu beberapa di antaranya mudah dilepas. Sementara Di sisi tebing lainnya, terlihat lempengan batu berukuran raksasa sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi sekitar empat meter. Lempengan-lempengan batu kuno itu berjajar sepanjang sekitar 100 meter.

Belum diketahui bentuk pasti situs yang diperkirakan berukuran sangat besar lantaran sebagian bangunan yang masih tertimbun tebing. Situs ini berada tepat lokasi yang sering disebut warga sebagai situs Watu Piring itu.

“Kalau lempengan besar yang berbentuk seperti tebing ini dinamakan warga Watu Piring. Situs yang baru berada di sekitarnya dan ini baru diketahui setelah ada longsor beberapa hari lalu,” ujar Kardi, salah satu warga Dusun Begagan.

Situs Watu Piring, kata Kardi, sebenarnya telah lama diketahui oleh warga. Meski warga sendiri tak mengetahui nilai sejarah dari situs tersebut. Situs baru yang ditemukan dan diyakini memiliki hubungan dengan Watu Piring ini, memiliki bentuk yang hampir sama, namun dengan ukuran yang berbeda.

Situs yang baru ditemukan itu terbuat dari lempengan- lempengan dengan ukuran yang lebih kecil dengan ketebalan lempengan batu yang bervariasi juga. “Yang ada tepat di sungai ini sudah lama juga kami temukan,” ujarnya sembari menunjuk lempengan batu yang tertata rapi di sepanjang sungai.

Kepala Desa Begaganlimo, Darto Utomo, mengaku tak mengetahui persis asal-usul situs yang baru ditemukan itu. Begitu juga dengan situs Watu Piring yang sudah lama ditemukan warga. Namun menurutnya, situs ini diyakini merupakan peninggalan masa sebelum Kerajaan Majapahit.

Dugaan itu juga dikuatkan dengan ditemukannya situs kuno sebelumnya yang tak jauh dari lokasi temuan, yakni situs Petilasan Putri Windu Dewi. Situs ini berupa beberapa benda kuno berupa Lingga dan Yoni dan bentuk lainnya yang terbuat dari batu andesit.

Darto mengakui di wilayahnya memang terdapat beberapa situs kuno yang terbuat dari batu. Selain benda kuno di Petilasan Windu Dewi, ada pula situs Watu Bancik yang berada di kawasan hutan dan tak jauh dari pemukiman warga.

Dia pun meyakini masih banyak struktur bangunan kuno yang menempel di tebing sungai. “Kami melihat ini ada hubungan dengan situs Watu Piring. Diperkirakan situs ini merupakan bangunan dari lempengan batu yang ukurannya sangat besar,” ucap Darto.

Rencananya dia akan melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan. Selain untuk mengetahui asal usul situs, dia juga akan meminta BPCB melakukan penggalian menyeluruh di lokasi sekitar temuan. “Kami akan segera laporkan dan ini bisa menjadi obyek wisata yang bisa dinikmati masyarakat luas,” katanya.

Dengan banyaknya situs yang berada di wilayah Desa Begaganlimo, Darto berharap, wilayah yang dipimpinnya bisa menjadi obyek wisata sejarah. Sebelumnya, pohon besar dengan banyak akar besar menjadi destinasi wisata yang berada di Dusun Begagan menjadi destinasi baru masyarakat Mojokerto

Situs temuan warga ini memang terbilang unik dan diperkirakan berukuran sangat besar. Dilihat dari dominasi batu dan berada di ketinggian dan sarat dengan air, diduga situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Kahuripan dengan rajanya yang terkenal Airlangga pada sekitar 1006 masehi. Situs ini memiliki kemiripan dengan situs petirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.(ist)

One thought on “Tersapu Banjir, Situs Kuno Tersingkap

  1. Pingback: Batuan Unik di Begaganlimo Terbentuk Alami | timurjawa.com

Add Comment