Ada Jalur Mistis Pendakian di Gunung Arjuno

foto
Banyak arca dan petilasan di jalur Purwosari pendakian Gunung Arjuno. Foto: manusialembah.blogspot.com.

Gunung Arjuno, salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur berketinggian 3.339 mdpl ini, punya beberapa jalur pendakian. Salah satunya adalah jalur Purwosari yang dikenal sebagai jalur pendakian spiritual. Jalur ini jarang dilalui oleh para pendaki karena dipercaya menjadi tempat banyak ‘siluman’.

Tapi, salah satu pendaki membuktikan bahwa jalur tersebut tidak semenyeramkan seperti yang dibayangkan. Pemilik akun Instagram @wagesumeru, justru merekomendasikan jalur tersebut saat akan mendaki Gunung Arjuno.

“Kalau ingin mendaki gunung Arjuno cobalah jalur Purwosari. Jalur ini memang banyak dihindari karena cerita mistisnya. Tidak heran memang, karena hampir setiap pas memiliki minimal satu buah makam dan tempat pemujaan, dan katanya di beberapa pos banyak silumannya,” tulisnya seperti dikutip okezone.

Jalur tersebut dipenuhi banyak candi serta arca peninggalan zaman Kerajaan Singasari dan Majapahit. Namun, justru hal itu yang memberikan pengalaman yg berbeda dari pendakian gunung yang lainnya, katanya.

“Jika tiba-tiba suatu sosok muncul dari semak ruyuk atau suatu makam, jangan lari! Karena biasanya itu adalah peziarah atau petapa. Jangan sungkan jika diajak ngobrol atau minum teh bareng, mereka justru asik untuk diajak ngobrol ngalor ngidul soal sejarah dan makna kehidupan manusia di dunia,” lanjut Wage Sumeru.

Terdapat Alas Lali Jiwo yang sering diperbincangkan dikalangan pendaki. Alas Lali Jiwo adalah nama dari hutan yang terletak sebelum puncak. Konon ceritanya jika ada seseorang yang berniat jahat akan diseret ke tempat ini. Selanjutnya akan dibawa ke alam jin untuk dikawinkan dengan bangsa jin tersebut.

Cerita mistis di Gunung Arjuno memang kerap terdengar dan sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar, seperti tentang adanya lantunan musik Ngunduh Mantu. Para pendaki kadang mendengar suara gamelan Jawa untuk acara pernikahan.

Menurut masyarakat, jika mendengar Ngunduh Mantu maka lebih baik tidak meneruskan pendakian ke puncak tersebut; karena jika memaksa meneruskan pendakian maka si pendaki biasanya akan tersesat dan hilang

Tempat lain yang menjadi cerita mistis yaitu pasar Dieng. Pasar Dieng merupakan tanah yang cukup luas yang terletak sebelum puncak. Banyak cerita yang menyebutkan bahwa pendaki pernah mendengar kegaduhan. Ternyata sumber suara tersebut adalah pasar di balik tenda mereka saat bermalam di pasar Dieng.

“Setelah berjalan beberapa lama sambil menikmati candi dan arca yg dilewati, percayalah, kesan mistis akan lenyap karena kita justru dibuat sadar akan kayanya alam dan budaya di Indonesia yang diajarkan dari gunung ini,” pungkasnya. (ist)

Add Comment