Pemprov Jatim Bangkitkan Seni Budaya Daerah

foto
Pemukulan kentongan tanda dimulainya Gelar Budaya Kabupaten Trenggalek di UPT Taman Budaya. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Provinsi Jatim terus membangkitkan seni budaya daerah, dan selalu mensupprot Kabupaten/ Kota untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya dan pariwisata masing-masing. Termasuk Kabupaten Trenggalek banyak potensi yang bisa digali dan terus dikembangkan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr H Akhmad Sukardi, MM pada Pembukaan Gelar Seni Budaya (GSB) Daerah Kab Trenggalek, di UPT Taman Budaya Jl Gentengkali Surabaya, Jumat (8/4) malam.

Meski jauh dari ibukota, tapi kedepan Trenggalek yang dipimpin yang dipimpin pasangan Bupati Dr Emil Elestianto MSc dan Wakil Bupati M Nur Arifin yang masih sangat muda diharapkan bisa membawa Trenggalek terus bangkit dan lebih mensejahterakan masyarakatnya.

Sekda mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek yang telah memilih sektor budaya dan pariwisata sebagai salah satu program unggulan untuk mengembangkan daerahnya, karena Trenggalek memiliki potensi dan peluang yang bagus untuk kedua aspek tersebut.

Menurutnya, Gelar Seni Budaya Daerah ini salah satu model kegiatan untuk mendorong dan memperluas produk UMKM, serta memperkuat posisinya agar kedepan mampu bersaing dengan produk-produk negara ASEAN.

Kegiatan Gelar Seni budaya daerah ini merupakan bentuk sinergi Pemprov Jatim – Kabupaten/ Kota dalam mendorong pengembangan dan promosi seni budaya, pariwisata, dan produk UMKM di Jatim.

Dengan GSB ini, katanya, akan berdampak memperkenalkan tempat-tempat wisata, misalnya pantai prigi dan gua lowo terbesar terpanjang (800 meter) dan terindah di Asia. Bahkan Sukardi mengutarakan kekagumannya terhadap Kuliner ‘ayam lodho’ yang diolah dari ayam kampung, sego geguk, lontong sumpil.

Otonomi daerah yang benar akan memberdayakan daerah dalam mengelola potensi sumber dayanya sediri, baik sumber daya enterpreneur maupun sumber daya teknis ekononomi lainnya. “Dengan basis daerah-daerah otonom yang kuat akan memperkuat posisi negara dalam persaingan MEA maupun Global,” ujarnya

Jatim yang salah satu kekuatan ekonominya ditopang dari sektor UMKM mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim selalu lebih besar dari rata-rata nasional. Atraksi seni budaya dan kesenian yang bisa menghadirkan penonton mempunyai ‘Multy Player Effect” terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Selain masyarakat mendapat hiburan, dari sisi ekonomi juga merupakan peluang untuk mendapat nilai tambah ekonomi.

Sementara Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan, promosi yang dilakukan Kab Trenggalek sewajarnya saja, sambil melakukan pembenahan. “Jangan melebih-lebihkan, kalau memang kondisinya masih kurang baik, jangan sampai orang mempunyai ekspektasi yang berlebih, ketika berkunjung lalu kecewa,” ujar Wakil Bupati Trenggalek, yang hari itu bertepatan dengan HUT ke-27.

Pagelaran seni dan budaya Kab Trenggalek yang dikemas dalam ‘Trekah Trah Bumi Ageng Galek” ini untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, potensi unggulan Kab Trenggalek yang mempunyai nilai-nilai kearifan lokal dan karakteristik, keagungan.

“Kegiatan ini sebagai dukungan dan fasilitasi pelestarian serta pengembangan potensi seni budaya Kab Trenggalek.yang sekarang ini dalam rangka pembinaan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku seni masyarakat Trenggalek. Saya harap seniman dan pengrajin terdorong meningkatkan kemampuannya sehingga memiliki daya saing di tingkat regional, nasional maupun global,” harapnya.

Eknomi kreatif dalam bidang industri dan budaya adalah bagian tak terpisahkan dari konsep pembangunan Kab. Trenggalek. Pengembangan dan pemberdayaan bidang kebudayaan, ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya juga penting, guna mendukung sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jatim Dr H Jarianto MSi mengatakan, kegiatan Gelar Seni Budaya (GSB) ini untuk mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas karya seni dan kehidupan berkesenian di Jatim

Disamping meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya dan produk ungulan daerah, juga memperluas pasar produk unggulan daerah dan produk ekonomi kreatif. Juga, memperkuat sinergitas antara pelaku seni dan pemangku kepentingan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya dan pariwisata di Jatim.

Selain itu melalui kegiatan ini, dapat menjadi ajang silaturahmi bagi anggota Paguyuban warga Trenggalek yang domisili di Surabaya dan sekitarnya. GSB Kab Trenggalek yang berlangsung 8–10 April itu diawali dengan tari budaya ‘Tirwo wening’ dan tari “Tri widi ing karyo”, pagelaran fragmen tari dan lagu-lagu daerah. (sak)

Add Comment