Lontar Ratusan Tahun Bakal Dipulangkan dari Belanda

foto
Ribuan lontar klasik dari Bali bakal dipulangkan dari Belanda. Foto: ilustrasi.

Ternyata lontar klasik dari Bali yang ditulis sejak ratusan tahun sebelum masuknya zaman penjajahan masih tersimpan cukup apik di negeri kincir angin, Belanda. Rencananya ribuan lontar tersebut akan dipulangkan ke Bali dari Belanda. Terlaporkan ada 13.000 lontar yang tersimpan di Leiden University, Belanda. Lontar tersebut dikabarkan hampir 100 persen dari Karangasem Bali.

“Isi dari lontar tersebut dikatakan ada yang berupa cerita atau babad, Kekawin (tembang), tatwa, usadha atau ilmu pengobatan hingga kediatmikan sampai ilmu Pengeleakan (Leak Bali),” tutur salah seroang staff pegawai di perpustakaan daerah Karangasem, seperti dikutip Merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, terkait dengan keberadaan belasan ribu karya sastra Karangasem Belanda itu, Pemkab Karangasem saat ini tengah berusaha melakukan berbagai pendekatan dan penjajakan dengan pihak Leiden University guna pemulangan 13.000 cakep (lembaran) lontar Karangasem tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, membenarkan terkait keberadaan lontar tersebut termasuk upaya pengembalian lontar milik Karangasem di negeri yang pernah menjajah Bangsa Indonesia 3,5 abad lamanya itu.

Bahkan, kata Arnawa, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri akan langsung melakukan penjajakan ke pihak Leiden University. Selain di Belanda pihaknya memperkirakan ada ribuan karya sastra Karangasem dalam bentuk lontar di beberapa negara di belahan eropa.

“Kita akan melakukan inventarisasi karya sastra lontar Karangasem utamanya pemulangan 13.000 berbagai jenis lontar yang tersimpan di Leiden University,” kata Arnawa.

Sejauh ini Pemkab Karangasem sudah menjalin komunikasi dengan pihak Leiden University terkait pemulangan belasan ribu lontar bersejarah itu. Dan pihak Leiden University sudah memberikan sinyal positif atau bersedia melepas lontar tersebut.

Menurut pihak Leiden University, lontar yang usianya sudah tua itu sangat rentan mengalami kerusakan jika perawatannya tidak bagus.

“Pada dasarnya mereka sudah memberikan sinyal positif, namun mereka (Leiden University,red) ingin mendapat kepastian bahwa lontar itu nantinya dirawat dengan baik. Termasuk penyimpanannya juga harus baik karena lontar sangat rentan rusak,” tegas Putu Arnawa.

Terkait perawatan lontar tersebut, Pemkab Karangasem nantinya akan membangun Museum Lontar di atas lahan seluas lima are di Lapangan Chandra Buana. “Penataan Chandra Buana saat ini kan masih proses, di sini nantinya lontar tersebut kita simpan dan rawat,” tutupnya. (ist)

Add Comment