Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Perekat Warga

foto
Sedekah bumi di Desa Banjaran sebagai wujud syukur warga. Foto: rakyatindependen.com.

Pagi itu, suasana langit cerah dan lalu-lalang kendaraan terutama roda dua cukup ramai di Dusun Banggle, Desa Banjaran yang berada di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ternyata, di Dusun Banggle itu, sedang ada hajat rakyat berupa kegiatan sedekah bumi alias bersih desa yang diselenggarakan, Rabu (19/4) lalu.

Kegiatan sedekah bumi yang sudah melekat sebagai sebuah adat istiadat turun temurun dari nenek moyang warga Dusun Banggle, hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Dimana, setiap hari Rabu Wage, warga di Dusun Banggle menyelenggarakan sedekah bumi yang bertujuan mensyukuri nikmat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, yang telah memberikan hasil penen sehingga mereka bisa menjalankan kehidupanya dengan hidup berdampingan yang rukun dan damai.

Kegiatan sedekah bumi dilaksanakan dengan menggelar tasyakuran, yaitu tumpengan. Seperti dilaporkan Rakyatindependen.com, dihadiri Kepala desa Banjaran Subchan, perangkat desa setempat, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Mereka ‘selametan’ dengan tumpengan untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar warga Dusun Banggle khususnya dan Desa Banjaran pada umumnya diberikan kesehatan, keselamatan, rejeki yang barokah dan selalu berhasil dalam sebuah tujuan atau cita-citanya.

Pada acara tasyakuran tersebut, Kepala Desa Banjaran Subchan dalam sambutanya mengatakan, melalui sedekah bumi diharapkan warga selalu mensyukuri nikmat dari Allah SWT dengan panen yang cukup melimpah di tahun ini.

“Sedekah bumi merupakan wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat panen yang melimpah yang bisa dipakai untuk sangu ibadah kepada Sang penguasa jagat raya seisinya yaitu Allah SWT. Selain itu, juga perlu menyisihkan sebagian hasil panennya untuk bersedekah kepada sesamanya,” tega pria yang sudah menjabat dua periode itu.

Tidak hanya itu, menurut Subchan, dengan sedekah bumi juga mengingat dan berdoa untuk ahli waris atau leluhur yang telah pergi untuk selamanya. Melalui sedekah bumi juga akan terjalin komunikasi yang baik sesama warga yang bermuara pada masyarkat yang hidup berdampingan, rukun dan damai.

Guna memeriahkan sedekah bumi Dusun Banggle, juga digelar Pagelaran Tayub Bojonegoro. Kegiatan tayub dilaksanakan baik siang hingga malam hari. Pada siangnya, acara di halaman Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di utara dusun dan malam harinya tayub digelar di rumah warga setempat. (ist)

Add Comment