Naik Turun Gunung Merawat Masa Lalu

foto
Para juru pelihara membersihkan Candi Naga di Gunung Penanggungan. Foto: Okezone.com.

Empat orang tengah sibuk membersihkan bangunan candi di ketinggian 1.112 mdpl. Dengan sapu korek mereka membersihkan kotoran dan lumut yang baru saja dibersihkan dari batuan Candi Naga.

Mereka adalah para juru pelihara candi yang masuk di wilayah Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Menurut koordinator kelompok Kedungudi, Lisnoadi, ada dua kelompok di kawasan Kedungudi. Masing-masing kelompok ada empat orang petugas dan berkewajiban memelihara lima buah candi.

Kelompok pertama dikoordinatori oleh Lisnoadi yang sudah sejak tahun 1989 menjadi juru pelihara candi di situ. Pada awal-awal bekerja, diberi honor Rp 75 ribu per bulan untuk merawat lima buah candi yang menjadi tanggung jawabnya dan khusus di hari Jumat turut membantu perawatan di situs Patirtan Jolotundo.

“Niat saya sejak awal memang ingin memelihara peninggalan orang terdahulu, tidak ingin kaya,” kata Lisnoadi, saat ditemui Okezone.com disela-sela membersihkan Candi Naga di lereng Gunung Penanggungan.

Selama kurang lebih 16 tahun, meski honornya tidak seberapa besar, mereka tetap merawat dan menjaga keberadaan peninggalan purbakala yang ada di lereng-lereng Gunung Penanggungan (Pawitra). Jalan terjal naik turun gunung biasa dijalani demi anak-anak cucu tetap bisa melihat peninggalan-peninggalan masa lampau.

Dan sejak 2007, para juru pelihara di kawasan cagar budaya Gunung Penanggungan diangkat menjadi pegawai negeri sipil sehingga honornya lumayan besar, Rp 2,3 juta per bulan dan ditambah tunjangan lainnya.

Semangat merawat dan menjaga candi-candi di lereng Penanggungan pun kian bertambah sehingga candi-candi yang menjadi tanggung jawabnya bisa nampak bersih dan rapi.

Tak hanya merawat dan menjaga candi, ketika musim kemarau juga sering membantu memadamkan api yang membakar kawasan Penanggungan agar tidak sampai merusak areal peninggalan. “Kalau ada kebakaran ya kadang tidur di hutan,” ujarnya.

Menghadapi para pencuri benda-benda purbakala juga menjadi tugasnya. Ia menceritakan, dulu sebelum ada alat komunikasi, koordinasi susah sehingga kadang kesulitan menghadang pencuri. Tapi sekarang koordinasi bisa mudah antara juru pelihara sehingga untuk mencegah tindakan pencurian semakin mudah koordinasinya.

Menurutnya, untuk menjaga peninggalan-peninggalan purbakala di kawasan Gunung Penanggungan memang dirasa masih kurang tenaganya karena lokasinya tersebar di hampir semua lereng yang melingkari gunung ini dan beberapa gunung di bawahnya.

Namun, mereka tak patah arang untuk naik turun gunung demi menjaga peninggalan kejayaan masa lalu agar generasi masa depan bisa tetap melihat dan belajar dari masa lalu. (ist)

Add Comment