Situs Seperti Ganesha di Wajak Bakal Diteliti

foto
Situs purbakala di Wajak Malang belum mendapat perhatian maksimal. Foto: Surya Malang.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Mojokerto akan meninjau lokasi situs purbakala yang tidak terawat di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Situs diduga bekas kolam pemandian itu mulai ramai diperbincangkan di media sosial setelah Muhammad Nuraini (26) mengunggah foto-foto situs ke grup Facebook ASLI Malang beberapa waktu lalu.

“Kami akan tinjau bersama pihak kepolisian sekitar pukul 11.00 WIB nanti,” kata perwakilan BPCB Trowulan Hariyoto kepada Surya Malang.

Hariyoto yang juga merupakan juru kunci Candi Songgoriti akan melaporkan ke BPCB Trowulan di Mojokerto terkait hasil peninjauan lokasi.

Sebelumnya ia sempat meninjau temuan batu megalit peninggalam zaman megalitikum di tengah proyek jalan tol Pandaan–Malang beberapa waktu lalu.

Muhammad Nuraini sebelumnya menunjukkan foto-fotonya yang sedang sibuk membersihkan rumput yang menutupi situs purbakala di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo.

Warga Dusun Karanganya, Desa Karanganyar, Poncokusumo, itu mengatakan warga sudah lama tahu situs tersebut, tapi tak ada yang memperhatikannya sehingga kondisinya tidak terawat.

Dia sempat tidak percaya dan menganggap bercanda informasi adanya situs purbakala. Dia baru membuktikan informasi tersebut beberapa hari kemudian.

Ternyata benar. Ketika berada di lokasi, banyak rerumputan yang menutupi situs. Somad bersama dua orang temannya berinisiatif membersihkan situs itu dari rerumputan. “Kondisinya tidak terawat. Jadi saya bersihkan. Kebetulan saya suka barang antik,” ungkap Somad.

Somad melihat ada pahatan dan ukiran di situs itu. Juga ada aliran air di situs itu. Situs itu berbentuk seperti kolam setinggi sekitar 1 meter dari tanah dan lebar 8 meter. Panjangnya yang ke arah belakang langsung menuju ke sungai. Jaraknya sekitar 10 meter dari sungai. “Ada yang berbentuk seperti Ganesha,” tambah dia.

Ada beberapa situs hancur akibat tetesan air. Di lahan tersebut ada tiga situs, semuanya saling terhubung. Somad berharap ada pihak yang merawat dan menjaga situ itu karena merupakan bentuk kelestarian peninggalan nenek moyang. (ist)

Add Comment