Pameran 2.000 Keris di Makam Bung Karno Blitar

foto
Pameran keris bertajuk ‘Kebangkitan Keris Bumi Bung Karno untuk Pemersatu Nusantara’.Foto: Detik.com.

Sekitar 2.000 keris dari berbagai daerah di Indonesia dipajang dalam pameran di halaman parkir Makam Bung Karno Kota Blitar. Bertajuk ‘Kebangkitan Keris Bumi Bung Karno untuk Pemersatu Nusantara’, diharapkan bisa mengembalikan semangat persatuan dan kebersamaan khususnya, bagi komunitas penggemar keris se Indonesia.

“Harapan saya pameran keris yang menjadi pusaka nusantara ini dapat menjadikan pemersatu bangsa Indonesia. Saya berharap bangsa Indonesia tidak dipecah belah oleh perbedaan, namun disatukan oleh perbedaan dan kebudayaan salah satunya keris ini,” kata Wali Kota Blitar, Moch Samanhudi Anwar dalam sambutan pembukaan, Sabtu (13/5).

Keris, menurut Samanhudi, sebagai bentuk peradaban tingginya budaya Indonesia yang diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia. Untuk itu perlu diupayakan, hasil karya seni adiluhung ini juga diturunkan ke generasi muda kita.

“Saya melihat yang masih mempunyai keris sekarang itu merupakan keturunan atau warisan dari orangtuanya. Nah sekarang ini saatnya kita juga mulai mengenalkan keris pada generasi muda kita biar karya budaya kearifan lokal ini tetap terjaga eksistensinya,” tambah Samanhudi seperti dikutip detik.com.

Sementara Ketua Panitia Pameran Keris, Eko Sumarno mengatakan, pameran ini digelar selama dua hari, yakni mulai 12-14 Mei. Ada 75 kolektor yang datang untuk memamerkan dan menjual keris koleksinya.

“Kalau biasanya ada even di Kota Blitar kita ikut, tapi kalau kali ini memang mengadakan even khusus bagi kolektor keris,” kata Eko.

Seorang pemerhati dan pecinta pusaka dari Jember, Cornelia Karundeng mengaku sengaja datang ke Kota Blitar, khusus untuk menghadiri acara ini.

“Awalnya saya berniat melestarikan budaya biar tidak punah ya, tapi lama kelamaan saya makin cinta karena keris ini mempunyai filosofi yang sangat tinggi,” ungkap pengusaha etnis Thionghoa ini.

Pria yang mengaku mengoleksi ribuan keris di setiap era ini menyatakan jika sampai saat ini dia tidak pernah berhenti mempelajari keris dari materi dan seni.

Ditanya apakah dia termasuk orang yang percaya kekuatan yang terkandung di benda pusaka tersebut. “Saya hanya belajar materi dan artistiknya saja, kalau kemudian dapat yang lainnya itu berarti bonus atas kecintaan saya,” kata Cornelius.

Dari informasi beberapa kolektor yang hadir, dalam dunia keris tidak dikenal istilah jual beli. Mereka beranggapan, jika ada orang yang ingin memiliki keris koleksinya, maka orang tersebut hanya memberi mahar kepemilikan.

“Keris itu seperti lukisan atau karya seni lainnya. Tidak ada standart baku nilai nominal, namun lebih pada menyukai. Jadi untuk nilai mahar beragam, mulai ratusan ribu sampai ratusan juta,” jelas salah satu peserta pameran, Rofiq Kamarogan.

Animo pengunjung dalam pameran keris ini sangat positif. Tidak sedikit dari mereka lalu pulang membawa keris untuk menambah koleksinya. (dtc)

Add Comment