Tradisi Lombe, Karapan Kerbau di Pulau Kangean

foto
Tradisi Lombe adalah lomba karapan kerbau di Pulau Kangean. Foto: Surabayaonline.co.

Beragam budaya di Indonesia memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. arapan sapi di Pulau madura sudah dikenal luas dan popularitasnya tak perlu dipertanyakan lagi.

Tetapi ada tradisi Karapan Kerbau yang biasa disebut ‘Lombe’ hanya ada di Pulau Kangean, sebuah pulau yang berada di ujung timur Pulau Madura.

Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau yang merupakan bagian paling timur di Pulau Madura, Laut Jawa. Kepulauan ini terdiri dari 60 pulau, dengan luas wilayah 487 km2, pulau besarnya salah satunya adalah Pulau Kangean (188 km2).

Tradisi Lombe seperti ditulis InspirasiBangsa.com, adalah sepasang kerbau diadu kecepatannya dengan sepasang kerbau lainnya tanpa joki. Tidak seperti karapan sapi, pasangan kerbau itu digiring oleh kuda-kuda yang masing-masing dinaiki joki.

Fungsi joki kuda untuk menggertak kerbau-kerbau itu sambil memukuli dari arah samping kanan kiri, agar pasangan kerbau melaju lebih cepat sampai finish.

Tradisi khas ini sampai kini masih bertahan dan dilakukan secara turun temurun di Kangean. Tradisi Lombe dilakukan setelah menanam padi yang kemudian berangsur-angsur dilakukan hingga menjelang panen.

Ketika berlangsung pertunjukan ini, para pengunjung juga ikut berebut untuk memukul kerbau yang lari kencang di lapangan sepanjang jalan lapang. Biasanya menggunakan sepanjang jalan desa, tempat karapan atau lomba itu berlangsung.

Alat pukulnya dari kayu dengan berbagai ukuran. Bahkan, para pengunjung ikut mengejar kerbau untuk bisa memukul berulang-ulang. Dari situlah fungsi joki kuda juga untuk menghalang-halangi penonton agar tidak banyak memukuli kerbau yang dilepas.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, setiap kali seseorang dapat memukul kerbau yang sedang berlari itu, hanya sebagai diniatkan untuk memukul dan mengusir roh halus yang disimbolkan sebagai roh jahat yang bergentayangan menyusup atau menyerupai binatang.

Sebab di dalam kerbau disimbolkan terdapat sejumlah penyakit dan mara bahaya yang bisa mengganggu keselamatan dan ketentraman warga, khususnya dalam pertumbuhan hasil pertanian. (ist)

Add Comment