Tayub Meriahkan Tradisi Sedekah Bumi

foto
Tradisi sedekah bumi kerap diisi hiburan seni tradisional tayub. Foto: RakyatIndependen.com.

Masih banyak desa atau daerah di Jawa Timur yang menjaga tradisi dan adat istiadat warisan nenek moyang. Salah satu desa yang masih menjaga hal tersebut adalah Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Hal itu, bisa dilihat dengan masih dilaksanakannya sedekah bumi dengan acara syukuran dan digelarnya langen tayub, Jumat (12/5).

Syukuran dengan menggelar selamatan atau tumpengan di halaman Sendang Panji yang berada di Brang Wetan Desa Pancur, dihadiri kepala desa Pancur berikut seluruh para perangkat desa, BPD, LPMD, Ketua RT, RW, tokoh masyarakat dan warga desa.

Menurut Kepala Desa Pancur Lulus Pujiono sedekah bumi atau yang biasa disebut manganan itu merupakan wujud syukur warga atas nikmat rejeki berupa penen yang melimpah di tahun ini.

“Sedekah bumi merupakan wujud syukur warga Desa Pancur kepada Allah SWT, atas rejeki berupa panen yang melimpah tahun ini. Sekaligus, untuk memelihara tradisi dan adat istiadat dari nenek moyang yang telah diwariskan kepada kita semua,” tegas Lulus Pujiono seperti dikutip RakyatIndependen.com.

Usai selamatan, siang hingg sore harinya dilaksanakan pagelaran tayub Bojonegoro yang digelar di halaman rumah kepala desa. Dalam gelar seni tayub tersebut tampil para waranggana yang semuanya berasal dari Bojonegoro, diiringi karawitan Wahyu Taruno Budoyo dan penata beksan Ki Gentho.

Warga berbondong-bondong ke lokasi pagelaran tayub, baik yang tua, muda hingga anak-anak, tumplek blek di acara pagelaran tayub dalam acara sedekah bumi Desa Pancur tersebut. (ist)

Add Comment