Sedekah Bertema Sandang, Pangan dan Papan

foto
Acara sedekah bumi di Desa Gisik Cemandi Sedati, Sidoarjo. Foto: Jawapos.com.

Desa Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo melangsungkan sedekah bumi. “Ayune rek perangkatku.” Guyonan itu keluar dari Suwandi saat menjadi pembawa acara.

Pria yang kemarin bertugas sebagai panitia tersebut juga merupakan salah seorang perangkat Desa Gisik Cemandi. Dia melihat sejawatnya yang datang mengenakan pakaian tradisional. Berkebaya lengkap dengan jarit. Suwandi pun memulai candanya.

Sejak pukul 07.00 warga berkumpul di Balai Dusun Gebang. Mereka mengenakan kostum yang beraneka ragam. Mulai kostum daur ulang yang dipakai ibu-ibu sampai pakaian kebesaran penari reog oleh bapak-bapak. Sementara itu, para pemain musik patrol memakai batik beserta udeng.

Dalam acara tersebut, terdapat tumpeng raksasa yang berisi hasil pertanian berupa sayuran. Antara lain, terong, wortel, jagung, dan sawi. Selain itu, buah-buahan turut memperkaya hasil alam Desa Gisik Cemandi.

Di antaranya, semangka dan blewah. Gunungan tumpeng dibentuk layaknya rumah. Pelaksanaan sedekah bumi bertema Sandang, Pangan, dan Papan.

Kepala Desa Gisik Cemandi Supriyadi mengatakan, sandang yang semakin baik terlihat dari keragaman kostum masyarakat. Papan diibaratkan gunungan yang berbentuk rumah. Padi, sayuran, dan buah-buahan yang menghiasi tumpeng menjadi perlambang pangan.

“Di sini setiap tahun ruwah desa dua kali. Satu kali petik laut. Satu kali lagi sedekah bumi dari hasil pertanian,” ungkapnya seperti dilaporkan jawapos.com. Kekayaan alam Desa Gisik Cemandi ada dua. Yakni, hasil ikan dari Dusun Gisik Cemandi dan areal persawahan di Dusun Gebang.

Desa Gisik termasuk dalam program Desa Melangkah, yang sudah memasuki tahun kedua. Desa Melangkah adalah program pemberdayaan masyarakat desa yang digagas Jawa Pos dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Tahun 2017 ada 154 desa dari 12 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo yang ikut berpartisipasi. Pada Desa Melangkah 2016, yang bergabung baru 66 desa dari 10 kecamatan. Desa Melangkah 2017 resmi di-launching di Pendapa Delta Wibawa oleh Bupati Saiful Ilah.

Tahun ini banyak perbedaan dari pelaksanaan Desa Melangkah sebelumnya. Salah satunya, penekanan pelatihan pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes) yang semakin masif. BUMDes di desa-desa yang bergabung ke dalam program Desa Melangkah ditargetkan semakin banyak. Selain itu, pengembangan kapasitas penyuluhan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapannya, muncul kemandirian ekonomi desa melalui UMKM.

Namun program Desa Melangkah sama sekali tidak menghilangkan budaya lokal, bahkan memperkuat dan menjadikannya sebagai daya tarik / keunikan sebuah daerah / desa. Seperti yang dilakukan warga Desa Gisik saat melakukan sedekah bumi. (jpg)

Add Comment