12 Watu Gong Peninggalan Era Kanjuruhan

foto
Situs Watu Gong peninggalan Kerajaan Kanjuruhan di Malang. Foto: Pasangmata.com.

Banyak bangunan dan situs bersejarah di Kota Malang baik peninggalan kolonial Belanda maupun situs peninggalan kerajaan yang selama ini belum banyak diungkap ke permukaan. Wilayah Tlogomas konon merupakan salah satu daerah di Kota Malang yang memiliki banyak benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kanjuruhan. Salah satunya adalah Watu Gong.

Jarak Situs Watu Gong dari jalan raya jurusan Malang-Batu tidak terlalu jauh. Tetapi petunjuk arah ke lokasi tidak ada sehingga agak sulit mencarinya. Situs Watu Gong terletak di Jalan Kanjuruhan Gang IV, RT 04 RW 03, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang; sekitar tujuh kilometer di sebelah barat pusat kota Malang.

Bagi masyarakat Malang, khususnya warga Tlogomas, apalagi para sesepuh yang hidup dizaman kerajaan, mendengar nama Kerajaan Kanjuruhan bisa jadi tidak begitu asing. Karena wilayah ini konon merupakan tempat bermukimnya Raja Ken Arok sebelum memimpin Kerajaan Singhasari.

Seperti dilaporkan MalangTIMES, situs Watu Gong berada pada pendapa yang di depannya terdapat papan bertuliskan situs Watu Gong. Suradi adalah sang juru kunci situs yang rumah hanya berjarak tiga rumah dari pendapa tersebut.

Pria dua anak tersebut lalu menceritakan asal usul Watu Gong. Menurutnya, Watu Gong merupakan rumah hunian keagamaan Hindu pada zaman Prasasti Dinoyo sekitar tahun 760 M. Memang unik, karena arca Watu Gong terbuat dari batu yang menyerupai alat musik tradisional yaitu gong. Bentuknya bulat, tebal dan di atasnya terdapat pentolan kecil.

“Situs Watu Gong ini dibuat dari batu yang awal ditemukan berjumlah 13 unit. Namun, satu unit watu gong dicuri orang tak bertanggung jawab. Jadi sekarang jumlahnya berkurang,” kata pria berusia 88 tahun itu.

Diameter watu gong sekitar 80 centimeter dan tebalnya sekitar 30 centimeter. Batu-batu itu disusun berjajar mengelilingi pendopo yang dibangun Pemkab Malang. Pendapa diresmikan 18 Juli 1985 Bupati Malang oleh Eddy Slamet, sebab saat itu Tlogomas masih bagian dari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Di pendapa tersebut, benda peninggalan bersejarah tidak hanya watu gong saja. Juga ada lesung terbuat dari batu yang digunakan masyarakat kuno untuk menumbuk padi, bejana batu, lumpang, dan bata merah yang tebal.

Letak lesung tersebut berada di belakang tiga patung arca yang berdiri tegak di tengah pendapa. “Jadi di sini ada arca lesung, bata kuno, dan dua patung pendiri yang menemukan asal usul watu gong yaitu Mbah Nambi dan Mbah Rekso,” kata pria yang mengaku sudah 27 tahun menjadi juru kunci. (ist)

Add Comment