Sedekah di Kota Santri Mensyukuri Rezeki

foto
Arak-arakan di Driyorejo Gresik diawali Reog. Foto: Jawapos.com.

Ribuan pengunjung memadati Jalan Raya Driyorejo, Kabupaten Gresik. Arak-arakan tumpeng raksasa yang digotong beberapa pemuda Dusun Cangkir, Kecamatan Driyorejo, menyita perhatian warga dan pengguna jalan.

Total, terdapat sembilan tumpeng yang diarak. Sebanyak enam tumpeng berisi buah, sayur dan hasil bumi seperti padi dan umbi-umbian. Dua tumpeng lainnya disusun dari gerabah dan alat rumah tangga lainnya. Lantas, satu tumpeng terbuat dari nasi.

Selain tumpeng, seperti dilaporkan Jawapos.com, ada aksi reog dan ogoh-ogoh yang diarak keliling kampung. Sejumlah gadis jelita berbusana khas keraton berjalan sambil menebarkan uang koin dan bunga dalam sedekah bumi Paguyuban Putro Wayah Bumi Cangkir Kecamatan Driyorejo, pekan lalu.

Tradisi yang juga menjadi ajang ruwat desa itu digelar setiap tahun. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk syukur masyarakat atas rejeki yang diberikan Tuhan. ”Selalu diadakan pada bulan ruwah (Syakban, red) menjelang Ramadan,” ujar Ketua Pelaksana Sedekah Bumi Kurnia Akbar.

Pemuda yang akrab disapa Akbar tersebut menyatakan, tradisi sedekah bumi sudah berlangsung lama. Namun, kirab budaya baru berjalan sekitar lima tahun yang lalu. ”Ada ritual khusus sebelumnya,” ungkapnya.

Ritual dalam ruwat desa dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Cangkir. Hal itu merupakan bagian dari penghormatan kepada para leluhur yang kali pertama menemukan wilayah Cangkir.

Kepala Dusun Cangkir Gaguk Eko mengungkapkan, tradisi sedekah bumi harus dipertahankan. Karena itu, pemuda desa selalu dilibatkan. Dengan begitu, tradisi sedekah bumi bisa terus dipertahankan oleh generasi selanjutnya.

Dia berharap sedekah bumi memberikan banyak berkah untuk warganya. Yang paling penting, masyarakat bisa hidup rukun berdampingan. Tidak hanya antarsesama tetapi juga dengan industri-industri di sepanjang jalan yang melintasi wilayah Cangkir. ”Harus bisa guyub dan kompak,” ucapnya. (jpg)

Add Comment