Bangun Taman Budaya di Api Tak Kunjung Padam

foto
Lokasi Api Tak Tak Kunjung padam di Tlanakan Pamekasan. Foto: Sibolang.web.id.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berencana membangun Taman Budaya Madura di lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Menurut Bupati Pamekasan Achmad Syafii pihaknya telah membuat detailed engineering design (DED) terkait pengembangan wisata di sekitar Api Tak Kunjung Padam itu. “Di sana nanti akan kita bangun miniatur budaya Madura dan kami telah berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi wisata,” ujar Achamd Syafii seperti dilaporkan Antarajatim.

Ia menjelaskan, nantinya pemkab akan membangun khawasan khusus yang akan menjadi tempat rumah adat Madura, serta berbagai jenis seni dan budaya Madura. “Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Periwisata dan Kebudayaan untuk membeli rumah-rumah kuno untuk dipajang di sekitar lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam itu,” katanya menjelaskan.

Menurut Bupati, pihaknya menjadikan objek wisata Api Tak Kunjung Padam tersebut sebagai pusat budaya Madura, karena lokasinya sangat strategis, yakni berada di jalur penghubung empat kabupaten di Pulau Madura.

Sehingga, wisatawan yang hendak berkunjung ke Sumenep bisa dengan mudah mampir ke Api Tak Kunjung Padam itu, baik untuk melihat secara langsung api abadi tersebut, ataupun untuk menikmati taman seni budaya Madura yang akan dibangun itu.

Objek Wisata Api Tak Kunjung Padam ini terletak sekitar 7 kilometer ke arah selatan Kota Pamekasan. Lahan di sekitar lokasi objek wisata itu merupakan milik perorangan. Tapi pemilik lahan sudah sepakat lahan mereka bersedia dijadikan sebagai taman budaya, dengan sistem bagi hasil.

“Jadi, sudah ada kesepakatan antara pemilik lahan dengan pemkab, makanya, kami bisa membangun lokasi itu sebagai taman budaya Madura, sebagai objek wisata pendukung,” ujar bupati. Menurutnya, pembangunan taman budaya Madura di sekitar objek wisata Api tak Kunjung Padam itu, atas bantuan pemerintah pusat melalui Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Ada sedikit legenda dari fenomena Api Tak Kunjung Padam ini. menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar agama dan kemudian menyebarkan ajaran Islam di Larangan Tokol tersebut.

Karena kepandaiannya ia memperoleh julukan Ki Moko dari warga. Suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur.

Ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng. Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. Peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

Pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib kembali terjadi. Seketika muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. Dan titik api itulah hingga kini masih terus menyala. (ist)

Add Comment