Jam Matahari, Penanda Waktu Salat dan Kiblat

foto
Melihat penanda waktu salat dan kiblat dengan jam matahari. Foto: Detik.com.

Perkembangan teknologi modern tidak serta merta menggeser ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana yang ada sejak ratusan tahun silam. Salah satu buktinya adalah jam matahari atau kompas matahari yang hingga kini masih digunakan untuk menentukan waktu salat bagi umat Islam.

Jam matahari atau yang biasa disebut jam bencet ini berada di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Ulum, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Tidak seperti penunjuk waktu pada umumnya, jam matahari tersebut berbentuk cekungan setengah lingkaran dari tembaga dengan satu jarum yang tepat berada di tengahnya.

Pada bagian setelah lingkaran tertera sejumlah angka yang menunjukkan jam serta waktu salat. Jam kuno itu diletakkan di tanah lapang yang ada di lingkungan pesantren, sehingga bisa mendapatkan sinar matahari yang bagus, mulai pagi hingga sore hari.

Pengasuh Ponpes Babul Ulum, KH Fattah Mu’in mengatakan, untuk mengetahui waktu salat, cukup dengan melihat bayangan dari jarum yang terkena paparan sinar matahari. “Bayangan itu akan menunjukan ke angka sesuai waktunya. Kalau waktunya salat asar maka akan bayangannya juga akan menunjukkan ke jam itu,” katanya kepada Detik.com, pekan lalu.

Menurutnya, keberadaan jam kuno tersebut telah ada sejak tahun 1965 yang lalu. Jam buatan salah satu perusahaan di Bandongan, Magelang, Jawa Tengah itu hingga kini masih tetap digunakan.

“Kalau jam ini sama sekali tidak membutuhkan baterai, karena mengandalkan sinar matahari. Sebelum bentuknya setengah lingkaran ini, dulu ada jam matahari yang bentuknya segi delapan dengan satu jarum yang tegak lurus, tapi tanpa angka,” ujarnya.

Fattah Mu’in menjelaskan, jam kuno itu sebetulnya bernama Bin Jarot. Nama tersebut diambil dari nama penemunya yakni Abdullah Bin Jarot. Namun di tanah Jawa sebutan Bin Jarot berubah menjadi Bencet.

Meski terkesan sederhana, proses pemasangan jam ini membutuhkan keahlian khusus, karena harus benar-benar presisi dan sesuai dengan pergerakan matahari, mulai terbit hingga terbenam. “Karena selain penunjuk waktu, di situ juga terdapat garis sebagai petunjuk arah kiblat,” imbuhnya. (dtc)

Add Comment