Cak Nur Resmi Daftar Cagub lewat Demokrat

Surabaya – Ketua Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur Drs Nurwiyatno MSi akhirnya resmi mendaftar sebagai calon gubernur (Cagub) sekaligus calon wakil gubernur (cawagub) Jatim periode 2018-2023 melalui Partai Demokrat. Cak Nur, sapaan akrab Nurwiyatno,  mengambil formulir di kantor DPD Partai Demokrat Jatim di Jalan Kertajaya Indah dengan diantar ratusan seniman dan pemuda yang mendukungnya, Minggu (16/7) siang.

Cak Nur diarak pendukungnya di depan kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Minggu (16/7)

Mantan pejabat Walikota Surabaya yang mengenakan hem putih dan bawahan hitam itu diarak dengan menaiki jeep bak terbuka. Dalam arak-arakan pendukung yang mengenakan pin bergambar Cak Nur Gubernur mulai depan Lapangan KONI hingga ke markas Partai Demokrat Jatim itu dimainkan kesenian Barongan sumbangan seniman-seniman asal Tulungagung dan Kediri. Ada pula kesenian Bantengan dari Pandaan dan Mojokerto, musik patrol dari Gresik dan Surabaya, serta penampilan teater puluhan seniman gabungan.

“Kami mohon doa restu ke masyarakat dan menyatakan diri siap maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim untuk ikut di Pilkada 2018 ,” ucap Cak Nur kepada wartawan di sela-sela pengambilan formulir pendaftaran cagub-cawagub.

Keinginan maju pilgub ini, lanjut Cak Nur,  karena ingin meneruskan program pembangunan yang sudah 10 tahun dijalankan Gubernur Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. “Saya banyak belajar dari beliau. Saya hanya ingin meneruskan program pembangunan beliau. Kebetulan kami sama-sama kader GMNI dan berlatar belakang birokrat,” jelas pria yang saat ini menjabat Kepala Inspektorat Provinsi Jatim itu.

Dalam kesempatan itu, Cak Nur menegaskan dirinya siap mundur dari jabatannya apabila resmi dicalonkan sebagai cagub/cawagub dalam Pilgub Jatim 2018. “Saya siap mencopot jabatan saya demi Jawa Timur,” ujar pejabat yang sudah 34 tahun berkarir di birokrasi ini.

Setelah (mendaftar) ini, saya akan membentuk tim untuk mengondisikan (dukungan),” jelasnya. Salah satunya dengan melakukan komunikasi bersama seluruh elemen. Seperti generasi muda, dan beberapa elite partai yang ada di Jatim. Kendati diakui dia, hingga saat ini belum sempurna terbentuk visi dan misi yang bakal diusungnya dalam pertarungan menuju Grahadi-1.

“Soal visi dan misi perlu ada pembahasan antara saya dengan para pendukung. Visi dan misi nanti bagaimana yang baik. Jangan sampai keluar, tapi tidak bagus. Jadi tidak bisa sembarangan, karena menyangkut masyarakat Jatim,” papar birokrat kawakan pemprov itu.

Nurwiyatno adalah orang ketiga yang mendaftar mengambil formulir di Partai Demokrat Jatim. Sebelumnya, Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) dan Nur Hayati Aasegaf (Waketum Partai Demokrat) sudah mengambil lebih dulu.

Partai Demokrat Jatim membuka pendaftaran cagub dan cawagub Jatim untuk Pilkada 2018 sejak 12 Juli lalu dan ditutup pada 31 Juli mendatang.

Meriahnya prosesi pendaftaran Cak Nur sebagai cagub ini, lanjut Sekretaris PA GMNI Jatim Ony Setiawan, merupakan wujud dukungan riil para seniman dan pemuda di Jatim. “Mereka menghargai terhadap komitmen Cak Nur terhadap para seniman di Jatim,” jelas Ony.

Penampilan kesenian yang dipimpin Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Monyong tersebut menceritakan tentang perjuangan rakyat dalam meraih kemenangan dan merebut kemerdekaan “Tanah Air”.

Ony menerangkan, ada tiga alasan kenapa Cak Nur maju pilgub.
Pertama, Nurwiyatno adalah birokrat senior di pemprov Jatim sehingga sangat paham dengan berbagai persolan pemerintahan daerah di Jatim.
Kedua, Nurwiyatno dinilai mampu melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol di Jatim. Hal ini dapat dibuktikan pada para anggota DPRD provinsi Jatim (sebagai reprentasi parpol yang ada di lembaga legislatif) yang mengenal baik sosok Cak Nur ini.

“Ketiga, Nurwiyatno, adalah mantan aktivis yang tergabung dalam GMNI di Universitas Jember dan sekarang menjadi Ketua PA GMNI Jatim yang diakui memiliki jaringan politik yang cukup luas di Jawa Timur,” tuturnya.

Pria kelahiran Surabaya 10 September 1958 itu telah menyerahkan dan menandatangani sejumlah persyaratan adminitrasi, seperti formulir pendaftaran, daftar riwayat hidup, salinan identitas dan sejumlah dokumen lainnya.

Saat mendaftar Cak Nur diterima Sekretaris PD Demokrat Jatim Renville Antonio, Wakil Ketua selaku Koordinator Divisi Pendaftaran, Adminitrasi dan Koordinasi Wilayah Maskur dan pengurus struktural lainnya.

Sementara itu, Renville Antonio mengapresiasi proses pendaftaran Cak Nur sebagai bacagub dan berharap kelengkapan persyaratan lainnya diserahkan sebelum 31 Juli 2017 atau bersamaan dengan penutupan pendaftaran. “Setelah ini kami akan memproses dan verifikasi kelengkapan, kemudian diserahkan ke majelis tinggi dan selanjutnya menunggu keputusan dari pusat,” kata anggota DPRD Jatim tersebut.

Karir organisasi Cak Nur adalah Ketua PD PA GMNI Jatim 2015-2020. Sebelumnya dia menjabat Wakil Bendahara Pengurus Pusat PA GMNI 2010-2015 yang dipimpin Pakde Karwo. Semasa kuliah, dia aktif sebagai kader GMNI di Universitas Jember.

Sementara di birokrasi Pemprov Jatim, Cak Nur tercatat bertugas selama 24 tahun di Inspektorat mulai menjadi staf hingga sekretaris. Kemudian, 7 tahun pernah menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemprov (era Gubernur Imam Utomo) dan Kepala BPKAD Jatim (era Pakde Karwo periode pertama). Cak Nur juga pernah mengincipi menjadi Pj Walikota Surabaya (5,5 bulan) sejak September 2015. Dan, sejak tahun 2015 hingga saat ini menjadi Inspektur Provinsi Jatim.

(Sumber : kompas, antara jatim, radar jawapos)

Add Comment