Menpar Tetapkan Jember sebagai Kota Karnaval

foto
Menpar Arief Yahya dan Bupati Jember Faida saat meresmikian Jember sebagai Kota Karnaval. Foto: Humas Pemkab Jember.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval. Itu disebabkan, event Jember Fashion Carnaval (JFC) bertaraf nasional dan internasional yang digelar selama ini mampu mengangkat dan menginspirasi banyak karnaval di tanah air. Apalagi, memiliki sederet prestasi Internasional, sehingga sangat layak dipromosikan ke tingkat global.

“Semua orang mengakui JFC berkelas dunia. Untuk mewujudkan itu Kementerian Pariwisata menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval,” kata Menpar Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pekan lalu.

Menpar Arief mengaku penetapan sebagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan (SK) Menpar itu mengangkat Jember go Internasional. “Jika JFC ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah dalam Indonesia Incorporated. Untuk itu Kota Jember harus diset menjadi Kota Karnaval berkelas dunia,” tegasnya seperti dikutip Detikcom.

Selain itu, dari sisi cultural value, kreativitas JFC sudah layak pula dijadikan magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman). Namun dari sisi commercial value and financial value masih belum terlalu menarik karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik. “Dengan menjadikan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia sisi commercial dan financial valuenya dapat dinaikkan,” tambah Arief Yahya.

Sementara Presiden JFC, Dynand Fariz, mengaku tema JFC ke-16 2017 yang digelara 9-13 Agustus mendatang ini mengambil tema ‘Victory’ yang berarti kemenangan. Sub tema Unity in Diversity adalah Kesatuan dalam Keberagaman. Sekaligus menggambarkan kemenangan Indonesia dalam berbagai kompetisi dunia yang diikuti oleh 50-80 negara atas diraihnya best national costume male dan female peagant.

“Victory menggambarkan pula kemenangan atas keberhasilan bangsa Indonesia menyatukan berbagai perbedaan (bhinneka tunggal ika) dalam bingkai NKRI,” tegas Dynand Fariz, yang juga Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI).

Dalam pembukaan nanti akan menampilkan defile, penari dan pemain gamelan Sriwijaya yang didukung Pemprov Sumatera Selatan, dilanjutkan dengan JFC international exhibition, JFC international conference, JFC kids carnival, JFC artwear carnival, wonderfull archiphelago carnival Indonesia (WACI) dan ditutup dengan JFC Grand Carnival. (ist)

Add Comment