Budaya Jawa Diperkenalkan pada Dosen Amerika

foto
International Focus Group Discussion di Hotel Sahid Jaya Solo. Foto: Uns.ac.id.

Sejumlah kekayaan khasanah budaya Jawa diperkenalkan pada 12 akademisi Amerika dalam International Focus Group Discussion on Social and Political Issue in Indonesia, di Hotel Sahid Jaya, pekan lalu. Kegiatan itu antara lain dalam rangka perluasan jaringan diseminasi hasil karya inovatif dari tim Riset Group FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

Dihadapan dosen dari 10 universitas dari tim The Asia Network United State of America itu, Prof Dr Andrik Purwasita DEA, seperti dilaporkan suaramerdeka.com, mempresentasikan wayang sebagai untuk soft diplomacy yang sudah dia praktikkan ke sejumlah negara seperti Jepang, Rumania, India dan Rusia.

12 akademisi dari 10 universitas di Amerika itu diantaranya adalah Linda Smith (Bidang Humanities dari Hawkeye Community College), Jessie Mills (Bidang Theater dari Wabash Colege), Seungsook Moon (Bidang Sociology dari Vassar College), serta Marjorie Rhine (Bidang Literature dari University of Wisconsin Whitewater).

Menjawab pertanyaan dari akademisi Amerika tentang penggunaan wayang, Ketua Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS itu menjelaskan wayang tidak hanya untuk tontonan tetapi juga digunakan untuk tuntunan.

”Penyebaran ajaran Islam pada masa Wali Songo antara lain juga menggunakan media ini. Wayang juga bisa digunakan untuk menyampaikan programprogram pemerintah ke masyarakat,” sambungnya. Dia juga menjelaskan sejumlah filosofi dalam budaya Jawa, yang akan dia bawa ke kancah global.

Sementara Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Sri Hartjarjo PhD, membahas serat Sastra Marunda yang berisi kompetensi komunikasi dalam perspektif Jawa. Ia juga membahas media sosial yang sedang berkembang saat ini. Haryanto MLib menyampaikan hasil penelitian terkait kode etik jurnalistik dalam praktik para jurnalis di media lokal.

Selain budaya, para dosen UNS juga mempresentasikan sejumlah makalah terkait isu gender, environmental issues, decentralization and governance serta social order and social integration .

Sementara itu, Dekan FISIP UNS Ismi Dwi Astuti Nurhaeni menyampaikan bahwa kedatangan para akademisi dari The Asian Network ini merupakan langkah awal menuju pemantapan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya antara UNS dengan beberapa intitusi pendidikan di Amerika.

Dia berharap nantinya dari kunjungan dan kerjasama ini akan terjadi kolaborasi riset yang dapat berkontribusi positif demi kemajuan ilmu pengetahuan. (sak)

Add Comment