Penabrak Perbaiki Kerusakan Candi Kidal

foto
Mobil KIA Carnival milik Dokter Joko yang menabrak Candi Kidal, Malang. Foto: Detik.com.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menghitung kerusakan Candi Kidal di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, akibat diseruduk mobil KIA Carnival BE 2844 GH yang dikemudikan dokter Joko Agus Gunawan (35) beberapa waktu lalu.

Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said mengatakan, tim yang diterjunkan menghitung jumlah kerusakan dari kecelakaan itu. Penghitungan mengacu kepada struktur awal candi dan keseluruhan dampak dari kecelakaan.

“Mulai pagar, area dalam sampai candi. Ada beberapa batu terkena benturan di mulut tangga. Kami sedang menghitung nilai dan apa saja kerusakannya,” bebernya seperti dikutip Detik.com.

Untuk kerugian, lanjut dia, pastinya akan dibebankan kepada pengemudi kendaraan. Soal bahan baku, kata dia, struktur bebatuan sangat mudah didapatkan.

“Kerugian nanti dibebankan kepada pengemudi,” tegasnya. Hingga kini, puing sisa kecelakaan bisa dilihat di area Candi Kidal. Sisa-sisa benturan kendaraan seakan menjadi saksi kecelakaan penuh mengundang tanda tanya itu.

Proses perbaikan direncanakan mulai akhir pekan dan ditanggung pengemudinya, dokter Joko. “Perbaikan mulai Jumat besok. Kita akan mendahulukan pagar depan, karena lebih penting,” ujar Kepala Unit Penyelamatan dan Keamanan BPCB Trowulan Nugroho Hardjo Lukito, Selasa (1/8).

Nugroho menyebut, proses perbaikan semua dilakukan keluarga dari pengemudi yang bertempat tinggal di Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pihaknya juga sudah melapor ke Unit Laka Polres Malang yang menangani kasus kecelakaan tunggal itu.

“Semua keluarga pengemudi yang kerjakan, begitu juga dengan biayanya. Mereka sudah setuju dan kami telah sampaikan kepada Unit Laka Polres Malang,” beber Nugroho.

Setelah perbaikan pagar rampung, lanjut dia, akan dilanjutkan dengan memperbaiki taman serta mulut dan anak tangga. Khusus tangga, kata dia, pihaknya yang akan terjun langsung menangani. Demi menjaga kelestarian dari peninggalan masa Kerajaan Singosari itu.

“Anak tangga kita yang tangani. Ada dua batu yang terkena benturan, satu batu bukan asli yang nanti tinggal mengganti saja. Dan satu batu asli yang harus dimodifikasi untuk bisa dipasang kembali,” jelas Nugroho.

Dia mengaku, tingkat kesulitan menata batu asli itu cukup memakan waktu. Butuh kehati-hatian serta melibatkan orang yang mengetahui struktur dari batu serta sejarahnya. “Untungnya di bagian dalam bukan luar dari makara, ukiran naga yang ada di anak tangga. Nanti perbaikan itu yang akan memakan waktu,” tandasnya. (dtc)

Add Comment