Aksi Bersih-Bersih di Kolam Segaran

foto
Para jupel BPCB Jatim saat membersihkan ganggan di Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto. Foto: Farisma/Radar Mojokerto.

Kelestarian cagar budaya selalu menjadi perhatian khusus Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan. Termasuk situs Kolam Segaran yang sejak setahun terakhir ini banyak ditumbuhi ganggang hijau. Lantas seperti apa kegiatannya?

Hampir sebagian besar pengunjung wisata sejarah dan budaya di Trowulan pasti mengenal Kolam Segaran. Kolam yang terletak tepat di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupten Mojokerto, ini memang menjadi salah satu destinasi primadona yang wajib dikunjungi.

Selain nilai sejarah sebagai bekas peninggalan Kerajaan Majapahit, eksotisme kolam yang tersusun atas tatanan batu bata merah dan luasnya kolam menjadi daya tarik yang cukup diperhitungkan.

Akan tetapi, eksotisme pemandangan itu tampaknya mulai memudar sejak beberapa bulan terakhir. Betapa tidak, isi kolam yang semula tampak bersih dengan puluhan habitat ikan, kini tiba-tiba berubah menjadi kotor dan rusuh. Perubahan itu tak lepas dari munculnya ganggang hijau yang tumbuh subur hingga menutupi seluruh bagian kolam.

Ya, tumbuhnya ganggang hijau atau lumut memang sangat mengganggu kolam yang ditemukan pada tahun 1926 itu. Selain karena bisa merusak situs, tumbuhnya ganggang juga cukup mengganggu ekosistem dan habitat ikan wader yang hidup di kolam berukuran panjang 375 meter dan lebar 175 meter itu.

Situasi ini yang kemudian menggerakkan BPCB sebagai lembaga pelestari cagar budaya pemerintah untuk terjun langsung menyelamatkan situs dari serbuan ganggang hijau, kemarin. Tak kurang dari 350 pegawai BPCB se-Jatim diterjunkan menguras ganggang hijau dari dalam kolam.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan oleh semua juru pelihara (jupel) situs yang tersebar se-Jawa Timur (Jatim). “Memang sengaja kita terjunkan semua bertepatan dengan evaluasi jupel se-Jatim. Momentumnya sekalian mumpung berkumpul,” terang Andi Muhammad Said, Kepala BPCB Jatim saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Andi menilai, kondisi Kolam Segaran yang penuh ganggang hijau memang cukup krusial jika tidak secepatnya dibersihkan. Pasalnya, pertumbuhan ganggang yang begitu cepat dinilai akan merusak struktur bagunan situs. Tak hanya itu, tumbuh suburnya lumut juga dinilai mengancam habitat ikan wader yang cukup terkenal sebagai ikan asli penghuni Segaran.

Kondisi ini yang tidak diinginkan BPCB demi menghindari Segaran dari ancaman kerusakan. “Ya kolam itu kan banyak dikunjungi warga. Kalau kondisinya tidak sedap dipandang seperti itu kan jadi banyak pengunjung yang tidak tertarik. Apalagi Segaran itu kan situs paling terkenal, jadi harus dibersihkan setiap saat,” tambahnya.

Said sendiri tak tahu bagaimana ganggang hijau tersebut tumbuh dan muncul memenuhi kolam. Padahal, sejak awal dipugar tahun 1966, kondisi Kolam Segaran selalu bersih dari sampah dan tumbuhan liar lainnya. Akan tetapi, dari anggapan banyak warga di sekitar, kemunculan ganggang tak lepas dari kegiatan para pemancing yang setiap hari mencari ikan di Segaran.

Tertinggalnya lumut sebagai pakan ikan di dalam kolam membuatnya tumbuh subur hingga menyelimuti hampir seluruh volume kolam. “Ini masih anggapan saja, tapi apakah benar ya saya belum menelitinya. Apakah lumut itu juga akan merusak situs juga belum ada uji materinya. Tapi, paling tidak kita ansitipasi dulu,” pungkasnya. (jpr)

Add Comment