Altar Situs Calon Arang Dibongkar Warga

foto
Altar situs yang dibongkar warga. Foto: Rizal Ari Andani/RadarKediri/JawaPos.com.

Makam abal-abal di area Situs Sukorejo (Calon Arang) Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri akhirnya dibongkar. Salah satunya, bangunan mirip altar yang diduga telah digunakan sebagai tempat pemujaan. Pembongkaran ini mampu menyelamatkan sebelas batuan kuno yang sebelumnya dicor semen.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Sukorejo Supandi, aktivitas yang melibatkan warga setempat itu dimulai sejak pukul 07.00.

Sesuai dengan arahan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, sejumlah warga memulai kegiatan tersebut dengan membersihkan makam abal-abal. “Makamnya kami bongkar,” ujar Supandi seperti dikutip Jawapos.com, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, tanaman sejenis puring yang ada di sekitar lokasi tersebut juga dicabuti. Sementara batu bata dari makam abal-abal tersebut disingkirkan. Pasalnya, sebagian dari bata tersebut adalah bata berukuiran besar yang disinyalir adalah bata kuno.

Usai membersihkan makam abal-abal tersebut, warga pun langsung diarahkan untuk membongkar bangunan mirip altar. “Dari altar tersebut, warga dan petugas pertama-tama menyelamatkan batu berbentuk persegi panjang. “Ada tiga buah,” ujar Kasubdit Pengamanan BPCB Jawa Timur Jamiat Rukmono Adi.

Setelah itu, petugas menyelamatkan dua buah umpak yang berada di bawah tiga batu persegi tersebut. Baru kemudian petugas menyelamatkan sebuah lumping, dua buah ambang pintu (regol), dan sejumlah batu kuno lainnya.

Setelah berhasil diselamatkan, batu tersebut ditata di sebelah timur cungkup. “Nanti akan kami kembalikan posisinya seperti saat pertama kali kita teliti tahun 2010 lalu,” ujar Adi.

Namun, ia mengaku belum tahu kapan waktu pasti pelaksanaan penataan tersebut. Alasannya, penataan tersebut harus presisi. Karena tu, ia harus mencocokkan dengan hasil dokumentasi proses ekskavasi tahun 2010 lalu.

Setelah menyelamatkan batuan kuno dari altar yang sebelumnya dibangun juru kunci situs Suyono Joyo Koentoro, 93, warga Desa Kerkep, Gurah, Adi pun memutuskan untuk mengakhiri aktivitas tersebut. Oleh karena itu, bangunan berupa cungkup, kamar mandi, dan kolam ikan hias pun masih dibiarkan sedemikian rupa.

Menurut Adi, tiga bangunan tersebut memang sengaja tidak dibongkar. Hal itu, terkait manfaat dan letaknya yang tidak mengganggu proses penataan batuan kuno tersebut.

“Misalkan saja bangunan ini (cungkup), Karena lokasi situs jauh dari pemukiman, kalau ada pengunjung yang datang dan kehujanan kan bisa berteduh di sini (cungkup),” ujar Adi.

Untuk diketahui, permasalahan terkait Situs Sukorejo tersebut mencuat karena ulah sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan vandalisme dan membongkar sebagian altar yang dibangun Suyono.

Beruntung, peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 22 Juli tersebut tidak sampai merusak fisik batuan kuno di situs tersebut. (jpr)

Add Comment