Kerusakan Candi Patakan di Lamongan Makin Parah

foto
Situs Candi patakan di Lamongan kondisinya makin rusak. Foto: Detik.com.

Kondisi Candi Patakan di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, rusak. Kerusakannya makin parah karena cagar budaya yang masih proses dilakukan eskavasi digunakan untuk bertapa.

Itu terlihat ada beberapa dupa baru dan sofa bekas di atas reruntuhan batu dan tanah di atas candi. Sejumlah batu candi juga hilang dan tak terpasang seperti saat eskavasi sebelumnya.

Kepala Dusun Patakan, Jono membenarkan kerusakan yang terjadi di Candi Patakan tersebut. Ia menceritakan, hingga kini masih banyak orang yang memanfaatkan cagar budaya ini sebagai lokasi untuk bertapa. Warga, kata Jono, tidak bisa mengawasi secara penuh karena lokasinya yang jauh dari rumah warga.

“Untuk mencapai candi ini harus masuk ke dalam areal sawah warga untuk kemudian menuju hutan,” kata Jono kepada detikcom di lokasi, akhir pekan lalu.

Warga Desa Patakan sendiri, menurut Jono, tidak berani mendekat atau menjamah lokasi candi. Sebab, di sekitar lokasi masih dipercaya sebagai tempat angker. Sebelum dieskavasi pun warga sudah tahu jika di lokasi ada candi. Namun warga memilih diam dan tidak memberitahukan ke orang lain dari luar Desa Patakan.

Namun Jono tidak menampik, di lokasi sering digunakan untuk bertapa. Namun keberadaan sofa di atas candi, pihanya tidak tahu menahu. “Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Warga pun selama ini tahunya lokasi ini ya candi gitu aja, tidak tahu candi apa,” tuturnya.

Tak ingin kerusakan candi di Desa Patakan ini semakin parah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Lamongan mengambil langkah kongkrit. Disparbud akan melakukan ekskavasi lanjutan agar kerusakan tidak semakin parah.

Kepala Seksi Museum Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Muhammad Alamudin mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan menghubungi BPCB Trowulan dan juga Balai Arkeologi Yogyakarta untuk menuntaskan eskavasi.

“Hari ini kita ada di lokasi situs cagar budaya untuk melihat kondisi terakhir dan melakukan pemetaan sebelum melaporkan ke BPCB dan Balai Arkeologi untuk eskavasi dan membuat master plan,” terangnya.

Sementara pemerhati budaya Lamongan, Supriyo menyambut baik langkah Pemkab Lamongan melakukan eskavasi lanjutan terhadap candi yang sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya dengan SK Bupati Lamongan.

Supriyo mengaku, banyak batu-batuan candi yang dulu sudah terpasang, sebagian sudah hilang. Selain itu, lokasi candi sudah tidak aman lagi karena sering dimanfaatkan oleh orang-orang untuk bertapa. “Kalau menilik prasasti Patakan yang kini berada di museum Nasional, Candi Patakan ini adalah peninggalan dari masa Airlangga,” tutur Priyo. (dtc)

Add Comment