Cara Melestarikan Budaya Jawa di Perantauan

foto
Dalang Ki Heri Guntoro membawakan lakon ‘Cekel Indroloyo’. Foto: Bontang Post/Fahmi Fajri.

“Ia tidak merasa menjadi yang terpenting, dan ia juga tidak ingin dipentingkan. Sebagai seorang cekel diniatkannya pada sebuah pengabdian. Ia melangkah maju meski dihiasi berbagai gonggongan, kafilah tetap berlalu. Tidaklah ia sedang mencari tangga untuk memanjat ketinggian. Karena harapannya, niat bersih tidak tersisih karena pamrih.

Dalam sibuknya sebagai pertapa, Cekel Indraloyo harus rea keluarganya menjadi korban. Namun ia yakin itu rencana Tuhan, ia yakin sesuatu akan kembali kepada yang hak. Berkat kesetiaan, keteguhan, dan kesabarannya, angkara sirna. Dewi Subadra pun kembali dipertemukan dengan jantung hatinya Hujana dalam ikatan cinta hakiki”

Begitulah sinopsis lakon ‘Cekel Indroloyo’ yang dibawakan dalang Ki Heri Guntoro dari Kediri dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk di lapangan MTQ Jalan HM Parikesit, Bontang Baru, Kalimantan Timur, Sabtu (19/8) malam.

Turut hadir dalam kesempatan ini seperti dilaporkan Bontangpost.id Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Sekertaris Daerah (Sekda) Artahnan Saidi, dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Setiono.

Melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini Ketua DPD II Ikapakarti (Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi) Dasuki mengajak seluruh warga Jawa yang ada di perantauan agar senantiasa selalu melestarikan budaya leluhur Jawa di perantauan. Sehingga, budaya Jawa tidak punah dan tidak tenggelam oleh budaya-budaya asing.

“Ikapakarti mengajak kepada seluruh warga Jawa di Bontang untuk senantiasa membangun harmonisasi dengan seluruh elemen masyarakat di Bontang. Karena Bontang ini masyarakatnya majemuk. Sehingga diharapkan ketentraman, keamanan, kenyamanan dapat terwujud karena ini akan menjadi modal dasar Pemerintah dalam pembangunan di semua bidang,” ungkap Dasuki.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara, panitia, dan para sesepuh sehingga kegiatan pelantikan dan segala rangkaiannya bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Lewat kesempatan ini pula, Dasuki mengajak warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang kulit, mengambil hikmah dan filosofi dari lakon ‘Cekel Indroloyo’ tersebut.

“Hikmah dan filosofinya yaitu, setiap kehidupan itu tentu akan dipertangung jawabkan. Siapa saja yang jahat, akan dikalahkan dengan yang baik walau prosesnya lama. Orang jawa harus senantiasa memiliki sifat tidak sombong, kaya jiwa, dan selalu mengalah untuk menang demi terciptanya guyub rukun,” tandas Dasuki.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Bontang, Sekda Artahnan Saidi mengungkapkan apresiasinya terhadap apa yang dilakukan pengurus DPD Ikapakarti Bontang. Menurutnya, ini bisa menjadi perekat antar warga Bontang yang majemuk. Gelaran kesenian Jawa ini sendiri merupakan rangkaian dari pelantikan Pengurus DPD II Ikapakarti Bontang masa bakti 2017-2021. (ist)

Add Comment