Dinilai Bertuah, Sumber Air Sering untuk Ritual Adat

foto
Udara di sumber mata air Ubalan di desa Ngampungan Kecamatan Bareng Jombang masih sejuk. Foto: Anggi/Jawa Pos Radar Jombang.

Selain situs bersejarah sumber mata air Pandansili, di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang juga terdapat sumber mata air Ubalan. Pasokan air melimpah ruah, hingga dijadikan salah satu sumber air PDAM Jombang. Seperti apa?

Udara sejuk menggelayuti sekitar pemukiman warga Desa Ngampungan di kala pagi hari. Gemericik air, sejuknya udara di area hutan rakyat di sekitar sumber mata air Ubalan kian menambah suasana sejuk pedesaan.

Ya, di area sumber mata air Ubalan ini udaranya sangat sejuk dan asri. Letaknya ada di ujung Dusun/Desa Ngampungan. Tepatnya diapit beberapa bukit yang menjulang tinggi.

Selain dimanfaatkan sebagai air minum warga setempat, sejak 1996-an PDAM Jombang juga menggunakan air tersebut sebagai persediaan distribusi pelanggan di daerah selatan. Meliputi Kecamatan Mojowarno, Bareng dan Mojoagung.

Di sisi lain, warga setempat juga mengaku tempat tersebut sebagai lokasi yang dikeramatkan.

Karena pada hari-hari tertentu selalu digunakan untuk melakukan ritual adat. Misalnya, saat menjelang Idul Fitri puluhan warga berbondong-bondong mengikuti tradisi syukuran di sekitar sumber mata air Ubalan.

”Jadi, kalau sumber mata airnya sudah ada sejak zaman dahulu. Sepanjang tahun tetap mengalir deras dan tidak pernah berubah,” ujar Suparmo kepala dusun setempat, beberapa waktu lalu.

Setelah itu, pada orde baru sekitar 1982 pemerintah pusat memberikan bantuan pipa dan penampungan air untuk pendistribusian air bersih kepada warga tiga dusun di Desa Ngampungan. Masing-masing dusun Sumberdadi, Wungurejo dan Ngampungan.

”Itu kan dalam bentuk banpres (bantuan presiden), sekitar tahun 82-an pas Pak Harto masih menjabat,” paparnya seperti dikutip Jawapos.com.

Hingga 35 tahun ini, kondisi pipa maupun tempat penampungan air itu masih kokoh. ”Sampai saat ini masih kuat, bahkan digunakan PDAM untuk pasokan airnya,” jelas dia.

Namun, justru ia mempertanyakan kontribusi PDAM yang telah menggunakan sumber mata air Ubalan sebagai salah satu pasokan utamanya. ”Kurang tahu saya, setahu saya kalau dalam bentuk kompensasi belum ada,” tandasnya. (jpg)

Add Comment