Ojung, Tradisi Sabet Rotan Meminta Hujan

foto
Pertarungan Sabet Rotan, Ojung, tradisi warga Tongas, Probolinggo meminta hujan. Foto: M Rofiq/Detik.com.

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo, khususnya Desa Curahtulis, Tongas, membuat warga sekitar menggelar tradisi tarung ojung. Tradisi tarung ojung kerap dilakukan warga untuk meminta hujan turun.

Tradisi tarung ojung ini digelar di lapangan setempat. Ojung sendiri merupakan pertarungan 2 orang dengan menggunakan 2 batang rotan. Mereka bertarung saling sabet dengan rotan tersebut. Namun kedua petarung tidak terluka, jika terkena sabet, peserta hanya mengalami luka memar saja.

Dalam pertarungan tarung ojung, peserta dituntut beradu keterampilan dan keberanian menyabetkan rotan ke pihak lawan secara bergantian. Peraturan tarung ojung cukup sederhana, yaitu peserta diharuskan membuka baju, dan secara bergantian menyabetkan rotan ke pihak lawan.

Perhitungan sabetan rotan dinilai jika rotan yang disabetkan mengenai punggung lawan, sedangkan jika sabetan berhasil ditangkis, maka sabetan tak dihitung. Jika sabetan rotan peserta telah 3 kali mengenai punggung lawan, maka dialah yang menjadi pemenang.

Saat pertarungan dimulai, iringan suara gendang ketipung membuat gelaran tarung ojung semakin khas mengentalkan budaya adat Jawa Timuran. Sejumlah peserta yang dipertandingan awal menjadi pemenang, akan diadu kembali, sebagai penentu calon juara.

Pertarungan tarung ojung kali ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai Dusun di Kecamatan Tongas. Sugianto, salah satu peserta ojung mengatakan, sebelum mengikuti ojung ini ia tak memiliki persiapan khusus, dan ia mengikuti ojung ini hanya untuk meramaikan tradisi tarung ojung untuk meminta hujan, karena di Kabupaten Probolinggo, mengalami kekeringan.

“Kalau saya sebagai peserta hanya mengikuti keinginan warga. Dan ini sebuah tradisi warga Probolinggo untuk meminta turunnya hujan, dengan rida dari Allah SWT,” terang Sugianto kepada Detik.com, usai bertarung ojung, Senin (4/9).

Sementara Buradianto, ketua panitia mengatakan hal yang sama, bahwa tradisi ojung ini dimaksudkan untuk meminta hujan dan biasanya setelah tradisi ini dilaksanakan, hujan bakalan turun. Tradisi ini sudah dilakukan oleh nenek moyang hingga saat ini.

“Pertarungan ini dikemas dalam sebuah perlombaan, agar warga semakin semangat untuk menghidupkan tradisi ini. semoga Allah SWT juga mengabulkan permintaan kami,” tambahnya. (dtc)

Add Comment