Warga Sidoarjo Temukan Mata Uang Kuno

foto
Warga Beciro Sidoarjo Epin Sujadi menunjukkan mata uang kuno temuannya. Foto: Metrotvnews.com.

Epin Sujadi kaget. Saat menggali tanah untuk fondasi rumah, pemuda 36 tahun itu mendapati setumpuk koin kuno. Jumlahnya ribuan keping. Kabar itu pun cepat menyebar. Sejumlah warga berkerumun di rumah Epin. Yakni, di Dusun Beciro, Desa Jumputrejo, Sukodono.

Mereka ingin melihat temuan tersebut. Diperkirakan uang tersebut berasal dari era dinasti Ming (1368-1644) dan dinasi Ching (1644-1911).

Logam itu berwarna kehijauan. Di bagian tengah terdapat lubang yang berbentuk kotak. Di dua sisinya terdapat motif layaknya tulisan Tionghoa. Kepingan logam itu bisa jadi mata uang kuno yang tertanam selama ratusan tahun. “Orang tua lama tinggal di sini. Belum ada yang pernah melihat koin itu,” ujarnya seperti dilaporkan jawapos.com.

Epin bercerita, penemuan benda kuno tersebut berawal ketika dirinya membuat fondasi rumah. Saat jarum jam menunjukkan pukul 11.00, cangkul yang dipakai untuk menggali tanah mendadak membentur benda keras di kedalaman sekitar 1 meter. “Prang! Logamnya menggumpal seperti bola,” katanya.

Bapak dua anak tersebut lantas lebih berhati-hati saat menggali tanah. Tidak lama, dia mendapat kepastian bahwa logam itu merupakan kumpulan mata uang koin kuno. Epin lantas mengabarkan temuan tersebut ke tetangga sekitar. “Informasinya cepat menyebar,” ungkapnya.

Warga yang tinggal tidak jauh dari rumahnya spontan tertarik untuk melihat. Koin yang ditemukan diperkirakan mencapai ribuan. “Belum dihitung semua. Tadi sempat menghitung ada 400 keping. Itu pun tidak ada setengahnya,” jelasnya.

Ternyata, temuan itu bukan yang pertama. Epin mengatakan pernah menemukan dua guci kuno sekitar delapan tahun lalu. Guci itu setinggi setengah meter. Warnanya juga hijau. “Waktu itu buat fondasi untuk dapur. Jaraknya dengan titik penemuan logam sekitar 25 meter,” ucapnya.

Tanpa tahu nilai guci tersebut, dia menjualnya dengan harga murah. “Saya kira guci biasa. Ada yang mau beli, ya saya jual saja. Waktu itu laku Rp 1,5 juta,” katanya.

Hingga kini, ratusan keping logam yang diduga logam China kuno tersebut berada dalam pengawasan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo.

Uang logam tersebut diduga berusia ratusan tahun karena menyerupai uang logam kuno China yang sudah beredar saat masa dinasti Ming dan dinasti Ching. Hal ini terlihat dari bentuk, ukuran dan hurufnya yang sama persis. (jpg)

Add Comment