Pemkab Sidoarjo Serius Garap Kompleks Candi Pari

foto
Candi Pari di Porong Sidoarjo kerap dikunjungi wisatawan. Foto: istimewa.

Keinginan publik agar kompleks Candi Pari dipoles lebih ciamik bakal terwujud. Pemkab Sidoarjo betul-betul serius menjadikan candi di wilayah Kecamatan Porong itu sebagai salah satu ikon andalan Kota Delta. Tahun depan wajah baru Candi Pari sudah bisa dinikmati para wisatawan.

Untuk membuat kawasan Candi Pari makin eksotis, pemkab mengucurkan dana Rp 4,5 miliar. Perinciannya, Rp 523 juta untuk membangun gapura dan Rp 4 miliar untuk memperbaiki akses jalan ke kawasan tersebut.

Ada dua candi di kompleks Candi Pari. Yakni, Candi Pari dan Candi Sumur. Masih di kawasan itu, ada pula Candi Pamotan. Jaraknya 1 kilometer ke arah selatan dari Candi Pari.

“Nah, fasilitas dan akses menuju tiga candi tersebut yang akan kami benahi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Sidoarjo Sigit Setyawan seperti dikutip jawapos.com.

Menurut Sigit, gapura akan dibangun di halaman masuk Candi Pari dan Candi Sumur. Konsepnya mirip zaman kerajaan pada masanya. Adapun, untuk akses jalan, pemkab akan memperbaiki dan menambahkan saluran.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemkab untuk meningkatkan destinasi wisata budaya. Candi Pari merupakan suatu bangunan persegi empat dari batu bata, menghadap ke barat dengan ambang serta tutup gerbang dari batu andesit.

Dahulu, di atas gerbang ada batu dengan angka tahun 1293 Saka = 1371 Masehi. Merupakan peninggalan zaman Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 M.

Menurut Laporan J Knebel dalam ‘Rapporten Van De Comissie In Nederlandsch Indie voor Oudheidkundig Onderzoek Op Java en Madoera’ 1905-1906, Candi Pari dan Candi Sumur dibangun untuk mengenang tempat hilangnya seorang sahabat/adik angkat dari salah satu putra Prabu Brawijaya dan istrinya yang menolak tinggal di keraton Majapahit di kala itu. (jpg)

Add Comment