Mahasiswa Asing Belajar Sejarah di Surabaya

foto
Mahasiswa asing mengikuti acara games di Universitas Airlangga. Foto: PIH Unair.

Pemandangan tak biasa terlihat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Terlihat sejumlah mahasiswa asing berada di kantor Dinas yang menyatu dengan kantor Satpol PP Prov Jatim di Jl Jagir tersebut.

Mereka tak hanya berkunjung untuk melihat salah satu gedung milik pemerintahan Jatim. Tetapi Mahasiswa asing juga melihat berbagai arsip sejarah bukti perjuangan dan kemerdekaan Indonesia.

Lotte patty, mahasiswa Fontys University of Applied Science, Belanda mengungkapkan tempat penyimpanan arsip yang ia lihat ini cukup tradisional. Sama halnya dengan berbagai hal di Indoensia.

“Di Indonesia semuanya memang serba tradisional, tapi justru itu keunikannya Indonesia yang membuatnya menarik,” jelasnya di sela kunjungan, pekan lalu seperti dikutip Surya.co.id.

Ia bahkan cukup senang melihat sejumlah arsip peninggalan zaman VOC yang menggunakan bahasa Belanda. Hal ini membuatnya serasa dekat dengan rumah setelah melihat arsip peninggalan masa penjajahan dulu.

“Di lingkungan saya juga saya melihat banyak budayabIndonesia, bahkan saya belajar pencak silat di Belanda,” ujar mahasiswa yang mendapat Amerta untuk tinggal di Indonesia selama 6 bulan ini.

Ketertarikan akan budaya Indonesia juga dirasakan Dennis Pohl (25), mahasiswa Universitas Hamburg. Keragaman bahasa dan etnik di Indonesia membuatnya antusias dalam mengunjungi pusat arsip yang ada di Surabaya. Apalagi dirinya sudah cukup banyak berinteraksi dengan orang Indonesia. “Saya bahkan belajar bahasa Jawa agar bisa membaur,” ujarnya.

Alief lutfie. Pendamping dari Airlangga Global Enggagement mengungkapkan kunjungan ke tempat penyimpanan arsip ini juga wujud pengenalan budaya Indonesia.

Menurutnya 26 mahasiswa asing tersebut merupakan mahasiswa dari berbagai program beasiswa dan studi di Univeraitas Airlangga (Unair). “Kami ingin menunjukkan bagaimana sistem penyimpanan arsip di Indonesia dan bagaimana buku dan bukti sejarah disimpan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Sudjono mengungkapkan, kunjungan mahasiswa asing merupakan bentuk kerjasama dalam forum komunikasi sadar arsip di perguruan tinggi.

“Harapannya kami bisa masuk top 40 sisi pelayanan publik. Agar layanan benar-benar membantu mendidik dari TK sampai perguruan tinggi dan masyarakat umum,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, nilai-nilai sejarah dan kebudayaan akan membentuk karakter. Dengan kunjungan mahasiswa Asing diharapkan bisa menjadi sentilan untuk warga Indonesia agar terus mempelajari sejarah. Karena dalam sejarah juga menunjukkan karakteristik bangsa. (ist)

Add Comment