Hadi: Sang Penerus Kakek, Segera Pentas di Amerika

foto
Hadi Purwoko saat mengerjakan pesanan gamelan di rumahnya. Foto: Median DD/JawaPos.

Gamelan seperti demung, saron, dan peking biasa dibuat dari bahan logam tembaga atau kuningan yang dicetak. Berbeda dengan Hadi Purwoko. Dia membuat gamelan dari bahan per bekas truk.

Awan berwarna cokelat, diiringi dengan angin yang berembus semilir dingin melewati jalan lurus dan panjang yang kanan kirinya ditumbuhi tanaman tebu. Jalanan tersebut menuju Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Ksbupaten Tulungagung

Tibalah di sebuah rumah yang meski masih pagi sudah ramai tamu. Di depan rumah terdapat beberapa alat musik belum jadi, misalnya kendang yang belum dipasang selaput, gong yang belum diampelas, dan sambung yang belum dipasang lempengan besi. Ternyata rumah tersebut milik Hadi Purwoko, seorang pembuat gamelan.

“Tetapi, Pak Hadi baru kena flu karena beberapa hari kirim pesanan keluar kota kehujanan terus. Sekarang demam dan hanya di kamar,” ungkap Mujiono, salah seorang pekerjanya.

Meski begitu, Hadi senang ketika ditemui wartawan saat berada di kamar. Nada bicaranya tetap terdengar semangat ketika menceritakan hasil kreasinya yang mengubah pir bekas truk menjadi gamelan memiliki kualitas lebih baik.

Jenis gamelan yang terbuat dari per itu demung, saron, dan peking. Yakni, gamelan menyerupai piano yang mempunyai nada dan cara memainkannya dipukul dengan menggunakan palu kayu.

“Bedanya, suaranya lebih nyaring dan tak berubah meski sudah lama dipakai. Sebab, bahan baku per truk ini baja. Jadi, lebih keras dan lebih tahan lama jika dibandingkan dengan yang terbuat dari kuningan atau tembaga,” ungkap Hadi (27/9) seperti ditulis Koran Jawa Pos.

Dia menggeluti usaha membuat gamelan sejak dua tahun lalu. Itu bermula ketika kakeknya yang merupakan pembuat gamelan meninggal dunia. Daripada tidak ada yang meneruskan, dia meneruskan usaha kakeknya tersebut.

“Teknik membuat gamelan dari pir itu rahasia dari kakek saya. Daripada tidak ada yang meneruskan, saya teruskan. Yang saya tekuni kini pesanannya sudah sampai mancanegara,” ucapnya.

Cara membuat gamelan tidak begitu sulit, hanya melalui 4 tahapan. Yang pertama adalah memotong pelat per truk menjadi potongan kecil sesuai dengan pelat contoh. Setelah itu, dilakukan penyelarasan nada sesuai dengan pelat patokan nada. Setelah sesuai, pelat dihaluskan, lalu diwarnai dengan menggunakan cat warna emas khas gamelan.

Cara membuat gamelan tidak begitu sulit, hanya melalui 4 tahapan. Yang pertama adalah memotong pelat per truk menjadi potongan kecil sesuai dengan pelat contoh. Setelah itu, dilakukan penyelarasan nada sesuai dengan pelat patokan nada. Setelah sesuai, pelat dihaluskan, lalu diwarnai dengan menggunakan cat warna emas khas gamelan.

“Bagian tersulit pada penyelarasan nada. Sebab, yang bisa melakukan itu harus tahu nada dan telinganya harus peka. Kalau nada tidak sama dengan patokannya, pelat dikikis dikit-dikit, lalu dilaras lagi. Sebab, keluarnya nada bergantung kepada panjang pelat yang harus tepat dengan patokannya,” jelasnya.

Hal seperti itu sangat dia perhatikan. Sebab, gamelan dinilai dari bagus tidaknya suara yang dihasilkan.

Lantaran buatannya dikenal masyarakat yang bukan hanya dari Tulungagung, melainkan juga kota-kota lain, luar pulau, dan bahkan mancanegara, Hadi sangat menjaga kualitas produknya. Apalagi, Oktober nanti dia berangkat ke Amerika Serikat (AS).

“Kami disuruh pentas di suatu universitas di sana dengan membawa gamelan saya. Lalu, ketika pulang, gamelan ditinggal di sana. Sekarang ini masih memproses visa,” paparnya.

Menurut dia, selain kualitas yang bagus. Saron, demung, dan peking dari per buatannya itu juga dipatok dengan harga murah. Untuk demung, dia patok sekitar Rp 1,5 juta, saron 1,3 juta, dan peking dihargai sekitar Rp 1 juta. Itu pun bisa lebih murah kalau kayu penyangganya tidak diukir alias polos.

“Di Tulungagung hanya saya yang membuat ini. Pemesan banyak datang dari luar pulau, misalnya Sumatera dan Masamba. Bahkan, ini orang Ponorogo menjadi pelanggan tetap kami. Banyak yang menyukai gamelan buatan saya,” ujar Hadi. (jpg)

Add Comment