Arkeolog Temukan Arca Dwarapala di Kediri

foto
Arkeolog menemukan Arca Dwarapala di Kediri. Foto: Andhika Dwi/Detik.com.

Benda purbakala berupa arca Dwarapala ditemukan di area Candi Gempur, Desa Adan adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Arca setinggi 180 Cm itu diduga peninggalan Kerajaan Kadiri.

Arca Drawapala ditemukan Tim Penelitian Arkeologi Nasional, pada 22 September 2017 lalu. Saat ini tim melakukan ekskavasi di area Candi Gempur, setelah menemukan arca Dwarapala di kedalaman 80 Centimeter.

Kondisi Arca Dwarapala terlihat pada posisi rebahan. Adapun kerusakan tampak pada hidung, jari kelingking patah dan jempol tangan kiri patah.

Arca yang terbuat dari batu andesit ini sangat berbeda dengan arca Dwarapala yang ditemukan oleh tim Arkenas di daerah Jawa Tengah, pada lengan dan bahu arca ini terlihat membawa tali tambang.

Sayangnya, penggalian belum rampung sehingga membuat tangan kiri belum terlihat seluruhnya. Biasanya, pada tangan kiri arca Dwarapala membawa gada atau pentungan.

Dwarapala merupakan patung dengan ketinggian 180 centimeter, gambaran penjaga sebuah bangunan suci atau penting dimasa itu, atau bisa juga penjaga pintu masuk candi. Menurut petugas, arca ini merupakan peninggalan Kerajaan Kadiri yang berusia sekitar 650 tahun.

Melihat temuan itu tim puslit arkenas juga melakukan eskavasi di tanah sekitarnya. Hasilnya 10 meter ke arah selatan dari arca tersebut juga ditemukan lapik atau sebuah batu yang digunakan untuk meletakkan arca.

Sukmawati Susetyo, Ketua Tim Pusat Penelitian Arkenas mengatakan, patung Dwarapala di Kediri ini terbilang ukuran sedang, namun Makaranya, merupakan terbesar di Jawa Timur, 2,3 Meter.

Makara merupakan perpaduan sejumlah binatang mistis yang biasa berada di pinggir bibir tangga sebelum masuk candi. Makara ini sebelumnya ditemukan pada April 2016 kemarin oleh tim.

“Selain berbeda dengan Dwarapala lainnya, Makaranya terbilang cukup besar, paling besar malah di Jawa Timur semoga meskipun waktu kami terbatas, tapi dalam waktu dekat tim dapat segera mengungkap sejarah arca yang kami duga pada masa Hindu,” ucap perempuan yang sebelumnya juga melakukan ekskavasi pada tahun 2016 lalu saat ditemui Detikcom di lokasi situs.

Sementara itu pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan (BPCB) Jawa Timur akan berkoordinasi dengan pihak pemda setempat terkait pelestarian temuan dari para peneliti tersebut.

BPCB Trowulan berharap pemerintah Kabupaten Kediri dapat menyediakan tempat sementara untuk menyimpan temuan benda purbakala itu.

“Ini yang punya gawe tim puslit Arkenas, kalau kami BPCB nantinya bertugas melestarikan setelah diekspos, kami juga berharap peran pemerintah kabupaten agar juga menyediakan tempat untuk menyimpan dan merawat temuan ini,” jelas Andi Muhammad Said, kepala BPCB Jawa Timur, yang kebetulan datang dan melihat jalannya ekskavasi.

Ekskavasi yang dilakukan oleh tim puslit Arkenas rencananya akan berakhir pada tanggal 4 oktober mendatang. Tim akan kembali melakukan penelitian di lokasi tersebut pada tahun 2018 mendatang. (dtc)

Add Comment