Jadikan Pendapa Madiun Museum Cagar Budaya

foto
Pendapa Muda Graha milik pemerintah Kabupaten Madiun. Foto: Bloggerpurworejo.com.

Bupati Madiun Muhtarom memiliki rencana tersendiri untuk menjaga Pendapa Muda Graha agar tak termakan usia. Dia menjadikannya sebagai museum cagar budaya setelah seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD) migrasi menjadi satu di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. “Itu untuk melindungi aset,” tuturnya.

Menurut Tarom, sapaan Muhtarom, jika membutuhkan renovasi, pendapa tidak boleh diubah secara total. Kondisi asli bangunan harus tetap terjaga. Dengan begitu, sejarah bangunan tetap terbaca dan tergambarkan dengan jelas sampai kapanpun. Meski direnovasi, bangunan asli tetap lestari.

“Di Puspem sekarang ada pendapa. Jadi, seluruh kegiatan bisa dilangsungkan di utara atau selatan karena punya dua istana,” urainya kepada Koran Jawa Pos.

Namun, untuk bangunan kantor yang ditinggalkan, Tarom menyerahkan pemanfaatannya kepada bupati yang baru. Sebab, masa kepemimpinan Muhtarom-Iswanto berakhir tahun depan.

Sudah semestinya eks kantor OPD yang ditinggal boyongan ke Puspem itu tetap dimanfaatkan dengan melibatkan pihak ketiga. “Kalau disewakan memang tidak mudah. Tawar-menawarnya yang lama,” ungkapnya.

Masa sewa tersebut pun tak boleh lebih dari 25 tahun. Dengan demikian, Pemkab bisa mengirit biaya perawatan aset yang ditinggalkan. Misalnya, kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang harus boyongan ke Puspem bulan depan. “Sebab, sarana prasarana sudah ada,” terangnya.

Meski pemanfaatan dua kantor yang segera ditinggalkan itu belum jelas, perpindahan ke Puspem tak bisa ditawar. Mebel untuk dua OPD tersebut pun sudah disiapkan. Jika tidak ditempati, mebel bisa rusak. Begitu juga dengan bangunan fisik.

“Karena sudah dibangun, ya harus segera ditempati. Tunggu apa lagi?” tutur Tarom. Dia mengakui, saat ini progres perpindahan Puspem dari wilayah administrasi Kota Madiun ke Kabupaten Madiun mencapai 70 persen. (jpg)

Add Comment