Suasana Asri Nan Rindang Candi Tegowangi Kediri

foto
Suasana Candi Tegowangi di Plemahan Kabupaten Kediri. Foto: Arfika.com.

Hampir setiap hari cagar budaya Candi Tegowangi berada di Dusun Candirejo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini selalu ramai didatangi pengunjung. Kawasan Candi Tegowangi itu menempati lahan hijau milik negara seluas 2.200 hektare.

Hingga saat ini candi peninggalan masa Kerajaan Majapahit berumur 650 tahun itu masih terjaga keasliannya. Meski pembangunan candi pada masanya itu belum tuntas ada ketertarikan tersendiri bagi orang untuk mengunjungi tempat ini.

Banyak pohon yang berjejer di sekitar candi membuat suasanya menjadi asri. Biasanya, pengunjung menghabiskan waktunya di bawah pohon yang sudah dilengkapi fasilitas tempat duduk tersebut.

Meski tempat duduk sederhana terbuat dari bambu itu cukup nyaman untuk dibuat bersantai. Biasanya, tempat ini ramai dikunjungi sejumlah pelajar dari Kampung Inggris, Tulungrejo, Pare. Tak jarang di lokasi itu sering dipakai pelajar sebagai tempat berdiskusi bersama.

Seorang pengunjung bernama Fani mengeluhkan fasilitas yang ada di lokasi ini. Ia sempat kebingungan saat akan menunaikan ibadah salat. “Kalau tempat wudhunya sih ada. Tapi musala yang nggak ada,” terang Fani kepada SURYA.co.id. Menurut Fani, sudah lima kali ini ia mengunjungi tempat ini.

Untuk masuk ke dalam area candi Tegowangi tidak dikenakan biaya, namun hanya diminta mengisi daftar tamu. Kendati gratis ia sadar kalau cagar budaya itu harus dirawat khususnya fasilitas disekitar area candi.

“Ya terkadang kasih uang semampunya. Meski sudah ada dana dari pemerintah terkait cagar budaya tidak ada salahnya toh kasih uang untuk perawatan sarpras,” tuturnya.

Sedangkan, penjaga candi Tegowangi bernama Nur Ali membenarkan kalau di tempat itu tidak ada musala. Namun terkadang apabila pengunjung akan salat bisa memakai bangunan kecil yang berada di samping toliet. Biasanya, bangunan sederhana dari kayu itu ia pakai untuk istirahat.

Kata Nur Ali, ada rencana dari pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri akan memberikan tiga buah gazebo. Apabila itu terwujud ia akan menaruh gazebo itu di bawah pohon untuk bisa dimanfaatkan pengunjung. “Kalau terealisasi ya satu gazebo bisa dimanfaatkan untuk musala darurat,” ungkap Nur Ali.

Menurut dia, Candi Tegowangi merupakan Pendharmaan Raja Bhrematahun yang meninggal pada 1388 M. Candi itu memiliki panjang dan lebar yang sama, yaitu 11,20 meter dan tinggi 4,35 meter. Daya tarik candi ini pada reliaef dinding Sudalama yang menceritakan terkait ruwatan Bethari durga menjadi Dewi Uma.

Ukiran relief pada dinding sudamala Candi Tegowangi mempunyai arti tersendiri. Apabila diurut mulai dari gambar relief awal akan bercerita tentang ruwatan Bethari Durga menjadi Dewi Uma.

Singkat cerita sosok Dewi Uma adalah wanita berparas ayu. Namun karena kesalahan fatal ia dikutuk menjadi seorang raksasa yang buruk rupa. Dibuang ke lembah gondomayit.

“Meski pembangunanan candi yang belum sempurna kala itu. Candi ini mempunyai keistimewaan yakni pada Yoni terindah se Jawa Timur terdapat diatas candi,” pungkasnya. (ist)

Add Comment