Karapan Sapi Piala Presiden Tetap Pakai “Rekeng”

foto
Joki memacu sapi kerapan perlombaan karapan sapi di Madura. Foto: Indonesia-tourism.com.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pemkab Pamekasan, Jawa Timut Akhmad Sjaifuddin menyatakan, karapan sapi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI 2017 yang akan digelar di Stadion Soenarto Hadiwdjojo Pamekasan pada 29 Oktober 2017 tetap menggunakan pola kekerasan atau menggunakan alat “rekeng”.

“Rekeng” menupakan Bahasa Madura, yakni sebuah alat berupa tongkat kecil yang dipasangi paku, kemudian digarukkan ke pantat sapi agar larinya lebih kencang.

“Tapi alat rekeng untuk karapan sapi kali ini, disediakan oleh panitia, dan ukurannya sama antara satu pasangan sapi dengan pasangan sapi lainnya, bukan olah masing-masing pemilih sapi karapan,” ujar Sjaifuddin kepada Antara Jatim di Pamekasan.

Ukuran, alat ini, sambung dia, lebih pendek dari alat rekeng yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga dipastikan tidak akan menimbulkan luka parah di pantat sapi.

Ia menjelaskan, pihak panitia penyelenggara karapan sapi Piala Bergilir Presiden RI 2017 tetap menetapkan kebijakan memperbolehkan para pemilik sapi karapan menggunakan sistem kekerasan, karena sudah menjadi kesepakatan para pemilik sapi karapan. “Jadi, meskipun tetap menggunakan ‘rekeng’ runcing pakunya tidak begitu panjang,” kata Akhmad Sjaifuddin, menerangkan.

Festival Karapan Sapi yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI atau yang disebut “Karapan Sapi Gubheng” itu, akan digelar 29 Oktober 2017. Tahapan seleksi pasangan sapi karapan telah dilakukan di berbagai kecamatan di empat kabupaten di Pulau Madura sejak 29 Agustus 2017.

Di Bangkalan seleksi dilakukan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Merah, Blega, Sepuluh, Kecamatan Socah dan Kecamatan Arosbaya.

Di Kabupaten Sampang seleksi di empat kecamatan, yakni Torjun, Kedungdung, Ketapang dan Kecamatan Kota, Sampang. Di Pamekasan juga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Waru, Pegantenan, Kecamatan Galis dan Kecamatan Kota, Pamekasan.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep, seleksi pasangan sapi kerap di tingkat kecamatan digelar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Bluto, Batuputih, Pasongsongan, Guluk-guluk, Kecamatan Gayam dan Kecamatan Kota, Sumenep. Seleksi pasangan sapi kerap di tingkat kabupaten, menurut Akhmad Sjaifuddin, telah digelar serentak 15 Oktober 2017 lalu. (ant)

Add Comment