Lima Kesenian Jawa yang Dinilai Berbau Mistis

foto
Kesenian Kuda Lumping disertai atraksi yang nyaris tak masuk akal. Foto: Cahayailmuku1315.blogspot.co.id.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budaya warisan nenek moyang. Hingga saat ini, hal itu masih terus dilestarikan dan sering ditampilkan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya kesenian Jawa yang sangat khas pada budaya dan adat istiadatnya.

Selain itu, kesenian Jawa juga terkenal berbau mistis, hal ini tidak lepas dari kepercayaan animisme dan dinamisme nenek moyang. Bentuknya tergambar dari setiap pertunjukan kesenian itu sendiri. Seperti dilaporkan PortalMadura.com, berikut lima kesenian Jawa yang dinilai berbau mistis:

Kesenian Tari Ronggeng
Tari yang berasal dari Jawa Barat ini disebut-sebut memiliki kemistisan tarian, karena digunakan untuk membalas dendam, sehingga berhubungan dengan kematian.

Salah satu versi cerita mengenai awal mula Tari Ronggeng berkisah tentang seorang puteri yang ditinggal mati oleh kekasihnya. Sang puteri pun meratapi kematian orang yang dicintainya itu setiap hari, hingga jenasah kekasihnya itupun mulai membusuk dan menyebarkan bau menyengat. Untuk menghibur sang putri, beberapa orang pun menari mengelilinginya sambil menutup hidung karena bau busuk mayat.

Karena terbawa nada yang melankolis, sang puteri pun kemudian terbawa suasana, hingga kemudian ikut menari dan menyanyi dengan suara yang menyayat hati. Dalam Tari Ronggeng ini, biasanya memang diperagakan oleh seorang perempuan sebagai penari utama, dengan diiringi oleh gamelan dan kawih pengiring.

Kesenian Debus
Kesenian ini terkenal dengan beragam atraksinya yang berbahaya, seperti mengiris tangan atau tubuh dengan golok, menusuk perut dengan tombak, menusukkan jarum kawat ke kulit hingga tembus, berguling di atas beling, membakar tubuh, dan memakan api. Hebatnya, semua itu dilakukan tanpa terluka atau berdarah sedikit pun.

Menurut kepercayan masyarakat, itu semua bisa dilakukan karena ada bantuan dari dunia gaib seperti jin. Atraksi kesenian yang mempertunjukkan kemampuan kekebalan tubuh ini diperkirakan mulai muncul sejak abad ke-16, yang saat itu menjadi ajang memompa semangat juang rakyat Banten.

Hingga sekarang, kesenian ini terus dipertontonkan, seperti dalam acara kebudayaan atau upacara adat. Bahkan kesenian debus ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Banten, sehingga ditonton banyak orang, hingga para turis asing sekalipun.

Kesenian Kuda Lumping
Kesenian Kuda Lumping atau disebut juga jathilan ini mengisahkan tentang prajurit. Kisah warok pada zaman dahulu tersebut menggambarkan kehidupan yang mencari makan dengan cara berburu.

Diceritakan, seseorang pergi berburu babi hutan bersama anjing peliharaan. Tanpa disadarinya, prajurit itu tiba-tiba terperosok ke dalam kubangan lumpur, bersama anjing dan babi hutan yang sedang dikejarnya, sehingga mereka pun bertarung di sana. Dalam kesenian Kuda Lumping sendiri, juga terdapat kubangan lumpur untuk para penari yang bermain dalam kesenian ini.

Dalam penampilannya, semua penari itu pun kemudian mengalami kesurupan dan bergulat di dalam kubangan lumpur. Makanya, wajar saja jika yang banyak orang menganggap kesenian ini mengandung hal-hal mistis, yang menyatu antara tarian tradisional dengan hal gaib, sehingga para penari mengalami kesurupan.

Kesenian Reog Ponorogo
Kesenian yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur ini menjadi salah satu yang paling mistis di Indonesia. Reog biasanya dipentaskan dalam upacara adat dan acara pernikahan, dengan dua atau tiga tarian.

Tarian utamanya adalah penampilan penari yang memakai topeng kepala singa seberat 50-60 kilogram. Meski berat, tapi penarinya terlihat enteng membawanya. Pada adegan inilah diyakini terdapat peran “makhluk halus” yang memberikan kekuatan tambahan.

Kesenian Tari Sintren
Kesenian Jawa lainnya yang berbau mistis adalah tari tradisional masyarakat pesisir utara Pulau Jawa. Aroma magis dalam Tari Sintren ini bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.

Sintren sendiri diperankan seorang gadis. Dalam penampilannya, tidak jarang si penari mengundang roh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam tubuhnya, agar terlihat lebih cantik dan bisa membawakan tarian yang mempesona. (ist)

Add Comment