Buku Potret Budaya Tengger Tampilkan Keindahan

foto
Bromo dan Suku Tengger pikat fotografer bikin “A Country Above the Clouds”. Foto: lensautama.com.

Begitu banyak keindahan alam beserta budaya dan kearifan lokal yang tersebar di nusantara tercinta ini. Setiap daerah memiliki tradisi, budaya dan adat istiadat yang berbeda, namun perbedaan serta keragaman itu menjadi nilai yang sangat tinggi bagi bangsa ini.

Seperti Gunung Bromo dan kehidupan Suku Tengger di Jawa Timur yang telah memikat tiga orang jurnalis foto untuk menelusuri lebih dalam seluk beluknya hingga menciptakan buku fotografi Bromo dengan judul “A Country Above the Clouds”.

Adalah Hasiholan Siahaan, Ali Masduki dan Sakib yang telah memiliki segudang pengalaman, mereka menjelajahi Bromo dan menggali lebih dalam tentang suku Tengger.

Hasiholan siahaan dalam jumpa pers peluncuran buku fotografi Bromo di IFI Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, pekan lalu mengatakan adanya transformasi budaya hingga melatarbelakangi diangkatnya budaya lokal di Bromo kedalam buku yang ke-5 ini bersama tim Toba.

“Memotret menurut saya adalah cara paling sederhana untuk melestarikan budaya Indonesia, yang hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat dari seluruh dunia, pada generasi sekarang dan yang akan datang. Saya percaya hasil fotografi ini dapat menjadi salah satu karya abadi dan kelak dapat menjadi bukti otentik sejarah,” ungkap Hasiholan seperti dikutip Lensautama.com.

“Melalui peluncuran buku ini, saya juga mengajak anak-anak muda Indonesia untuk turut peduli dan berpartisipasi untuk melestarikan kebudayaannya, setidaknya dari masing-masing daerahnya. Mulai dari daerah sendiri saja akan berdampak besar bagi bangsa, untuk dijadikan fondasi yang kuat untuk kelestarian budaya kita,” lanjutnya.

“Dari sisi manapun, Bromo selalu menarik untuk didalami, pasirnya pun seakan akan mengajak kita untuk selalu datang kesana. Warga suku Tengger pun sangat luar biasa menggambarkan lokailtas Bromo,” tutur Ali Masduki, jurnalis foto asal Surabaya.

Astragraphia Document Solution turut serta lestarikan kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui dukungan pada pencetakan buku fotografi “Bromo”, karya Hasiholan Siahaan XIV.

Pencetakan buku fotografi “Bromo” dilakukan menggunakan mesin Fuji Xerox Versant 80 Press. Mesin ini merupakan solusi all-in-one yang dirancang untuk operasional cetak digital. Fuji Xerox Versant 80 Press mampu mencetak lebih cepat (80 ppm) pada beragam jenis media pada ukuran 52 gsm hingga 350 gsm.

Peluncuran buku fotografi Bromo “A Country Above The Clouds”, sekaligus secara resmi menandai pembukaan pameran fotografi “Mengintip Bromo Melalui Mata Kamera” kolaborasi antara tiga jurnalis foto Indonesia dan Travel Fotografer asal Perancis Jean Jaques Kelner yang digelar selama sebulan penuh di IFI Wijaya. (ist)

Add Comment